Beda Nasib Persija dan Persib di Piala Menpora 2021

0

JAKARTA – Piala Menpora 2021 ditutup dengan pesta Persija Jakarta di atas podium juara berkat kegemilangan pemain muda, sementara talenta masa depan Persib Bandung belum bisa memberi yang terbaik di turnamen pramusim.
Tak hanya menjadi pemanasan jelang Liga 1 (jika jadi digelar), turnamen Piala Menpora 2021 juga menyuguhkan penampilan pemain-pemain muda Indonesia.

Jika mengacu pada turnamen yang digelar sejak 21 Maret, maka proses regenerasi yang merupakan salah satu inti dalam prestasi olahraga tampak berjalan baik.

Bisa jadi itu merupakan hasil dari Elite Pro Academy, yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan atau murni karena pembibitan di masing-masing klub. Di sisi lain mungkin ada pula peran Shin Tae Yong di Timnas Indonesia U-19 yang sempat menjalani pemusatan latihan di luar negeri.

Terlepas dari mana muasal si pemain, yang jelas banyak penonton sepak bola Indonesia kini sudah lebih familiar dengan nama-nama baru.

Pratama Arhan Alief Rifai adalah salah satu nama yang muncul dan bersinar. Bek kanan PSIS Semarang yang sebelumnya dikenal sebagai bek Timnas Indonesia U-19 dengan lemparan maut, tampil sebagai pemain muda terbaik di Piala Menpora 2021.

Tak hanya bocah kelahiran Semarang itu saja, rekan-rekan seangkatannya pun naik daun seperti Saddam Emiruddin Gaffar yang berkostum PSS Sleman serta Alif Jaelani di klub Barito Putera.

Pratama, Saddam, dan Alif gagal membawa klub masing-masing ke partai puncak. Namun di tubuh dua finalis juga terdapat darah-darah muda yang memiliki peran penting.

Braif Fatari dan Taufik Hidayat menjadi dua nama anyar di Persija yang tak bisa dikesampingkan dalam kesuksesan di Piala Menpora. Gol dari Braif dan Taufik bisa dibilang menjadi kunci kemenangan Persija.

Dengan dua gol di laga pertama, Persija berada selangkah lebih maju ketimbang Persib dalam melakoni laga final kedua.

Braif dan Taufik adalah segelintir pemain muda di daftar susunan pemain Persija. Selain dua pemain itu, Persija memiliki Alfriyanto Nico dan M Salman Alfarid.

Keputusan pelatih Sudirman yang berani berjudi memainkan Braif dan Taufik menuai keberhasilan. Tak cuma gol, dua pemain tersebut menjalankan peran dengan baik selama berada di lapangan.

Perjudian Sudirman tak tanggung-tanggung, mantan bek Timnas Indonesia itu bahkan harus menyisihkan Marko Simic yang selama ini diketahui sebagai juru gedor andalan Macan Kemayoran.

Melaksanakan tugas dengan baik di leg pertama, Sudirman ketagihan menggunakan jasa Braif dan Taufik di leg kedua. Tidak ada gol dari dua pemain muda tersebut, namun kontribusi nyata dibukukan Braif dan Taufik yang ingin memanfaatkan kesempatan setelah mendapat menit bermain.

Langkah berani Sudirman tak diikuti Robert Rene Alberts di Persib yang lebih mempercayakan pemain-pemain senior berlaga di partai puncak.

Pelatih asal Belanda itu baru menurunkan Beckham Putra di pertengahan babak kedua leg pertama. Pemain Timnas Indonesia U-19 itu masih belum mampu membawa Persib bangkit.

Beckham lantas dipercaya sebagai pemain inti di leg kedua final bersama pemain muda lainnya Bayu Fiqri. Alih-alih mendapat untung dari menempatkan pemain muda, Persib justru harus bermain dengan 10 orang usai Bayu mendapat kartu kuning kedua ketika babak pertama berjalan 22 menit.

Pertaruhan Robert menempatkan pemain muda berbanding terbalik dengan yang dilakukan Sudirman di kubu seberang. Telanjur bermain dengan 10 orang, Persib kesulitan menghadapi Persija yang tampil solid. Pil pahit ditelan Maung Bandung.

Wajar kiranya jika Persija lantas mengagung-agungkan pemain mudanya, sebaliknya risiko pun harus ditanggung Bayu Fiqri yang melakukan kesalahan di partai genting. Namun masa depan pemain-pemain muda tak hanya bergantung dari hasil Piala Menpora 2021.

Dengan usia di kisaran 20 tahun, Braif, Taufik, Beckham, dan Bayu memiliki kesempatan berkembang yang sama. Tak menutup kemungkinan keempat pemain tersebut akan bahu membahu menjadi tulang punggung Timnas Indonesia. Setidaknya Braif, Beckham, dan Bayu sudah pernah merasakan kerja sama di skuad Garuda junior pada pemusatan latihan di bawah arahan Shin Tae Yong tahun lalu.

Klub-klub juga pantas menyadari nilai penting mematangkan pemain muda demi prestasi tim Merah Putih di masa mendatang.