Kendaraan Elektrik vs Kendaraan BBM, Ini Perbandingan Ekonomisnya

Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar mengampanyekan kendaraan elektrik sebagai kendaraan masa depan yang ramah lingkungan. Bahkan Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan konversi kendaraan elektrik mulai tahun ini hingga tahun 2030.

Kendaraan listrik saat ini telah menjadi salah satu pilihan kendaraan ekonomis di seluruh dunia. Selain karena ramah lingkungan, perawatan dan biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan konvensional biasa yang masih menggunakan bahan bakar fosil.

Dilihat dari beberapa aspek, memang di atas kertas kendaraan elektrik jauh lebih menghemat biaya dibandingkan dengan kendaraan konvensional biasa. Berikut adalah beberapa aspek yang tim caritau.com temukan seperti dilansir dari berbagai sumber:

Harga Pasar

Harga pasar kendaraan elektrik saat ini beragam. Untuk sepeda motor elektrik, harganya rata – rata tidak begitu jauh dengan harga sepeda motor konvensional pada umumnya. Namun pada mobil elektrik, harganya masih cukup tinggi apabila dibandingkan dengan mobil konvensional biasa.

Harga sepeda motor elektrik paling rendah yang ada di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 adalah Minerva Electron yang dibanderol mulai dari Rp 16,5 juta.

Sementara untuk harga mobil elektrik, harga termurah yang ditampilkan di GIIAS 2022 adalah Wuling Air EV yang menawarkan harga dimulai dari Rp. 238 Juta. Namun di luar GIIAS, sebenarnya masih ada mobil listrik termurah yang dibanderol hanya Rp 75 juta saja yaitu mobil bermerek K-Upgrade.

Emisi Karbon Dioksida

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kendaraan elektrik adalah kendaraan ramah lingkungan. Dilansir dari katadata.co.id, emisi karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh kendaraan elektrik berkisar antara 0 – 5 g/km.

Hal itu sangat berbanding jauh dengan kendaraan konvensional pada umumnya. Dimana rata – rata emisi karbon dioksida yang dihasilkan mobil konvensional berkisar 125 g/km.

Biaya bahan bakar atau pengisian daya

Biaya pengisian daya kendaraan elektrik jauh lebih terjangkau dibandingkan bahan bakar kendaraan konvensional yang masih mengandalkan BBM. Apabila perhitungannya disetarakan, pengisian daya kendaraan elektrik berkisar antara harga Rp1.700 – 1.800 per 1,3 KWh, sedangkan biaya pengisian BBM berkisar antara Rp8.000 – 14.000 per liter.

Dari data uang dilansir dari katadata.co.id tersebut, mobil listrik hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp200 ribu untuk perjalanan Jakarta ke Denpasar. Sementara biaya yang diperlukan bagi kendaraan konvensional lebih dari Rp1,2 juta.