Kabarsiar, Jakarta – Indonesia Crypto Exchange (ICEx) resmi meluncurkan platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional pertama pada 2 April 2026, menandai langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem aset keuangan digital global.
Berdasarkan keterangan resmi, ICEx telah memperoleh izin sebagai Penyelenggara Bursa Aset Keuangan Digital termasuk aset kripto dari Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat Keputusan Nomor KEP-2/D.07/2026 pada 5 Januari 2026.
Selain itu, ICEx juga telah mengantongi izin untuk International Crypto Custodian (ICC) dan Crypto Asset Clearing International (CACI), sehingga seluruh infrastruktur kini berada dalam satu kerangka regulasi terpadu sebagai bagian dari Self-Regulatory Organization (SRO).
Dalam operasionalnya, ICEx Group didukung oleh 11 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) utama di Indonesia sebagai anggota resmi, yakni Triv, Tokocrypto, Indodax, Ajaib Kripto, Reku, Upbit Indonesia, Nanovest, FLOQ, OSL Indonesia, Samuel Kripto Indonesia, dan Mobee Indonesia, dengan dukungan pendanaan mencapai 70 juta dolar AS.
CEO ICEx Group, Kai Pang, menjelaskan bahwa ICEx dibangun dengan pendekatan berbasis kekuatan pasar domestik Indonesia.
“Indonesia Crypto Exchange hari ini diluncurkan bersama 11 PAKD dengan dukungan modal sebesar US$70 juta. Kami memilih menegaskan identitas Indonesia sebagai kekuatan utama dalam membangun infrastruktur perdagangan aset kripto berstandar global,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ICEx tidak hanya merepresentasikan identitas nasional, tetapi juga membawa ambisi global.
“ICEx adalah Indonesia Crypto Exchange. Berakar di Indonesia dan dibangun dengan ambisi global. Ekosistem tidak akan tumbuh hanya dengan menjadi generik, tetapi harus dibangun oleh pelaku yang memahami pasar secara mendalam,” tambahnya.
Sebelumnya, pengusaha nasional Samsudin Andi Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam dikabarkan terlibat dalam pengembangan bursa kripto ini. Kehadiran ICEx diproyeksikan menjadi penantang bagi PT Central Finansial X yang selama ini menjadi satu-satunya bursa kripto resmi di Indonesia.
Keterlibatan Haji Isam menarik perhatian publik sejak isu peluncuran bursa ini mencuat pada September 2025. Bursa ini juga disebut mendapat dukungan dari Hapsoro Sukmonohadi.
Setelah melalui proses perizinan yang panjang, ICEx resmi berdiri sebagai bagian dari ekspansi bisnis Haji Isam ke sektor keuangan digital.
Di bawah dukungan tersebut, ICEx diproyeksikan menjadi bursa kripto yang mengedepankan keterbukaan, transparansi, dan inovasi, dengan fokus pada layanan institusi, tokenisasi aset nyata, layanan kustodian kripto, serta pengembangan stablecoin nasional.


