Kabarsiar, Barito Kuala – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kembali mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tabing Rimbah yang saat ini sudah penuh atau overload.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Kuala, Abdi Maulana, S.STP., M.Si., saat menjadi pembina apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (02/02).
Dalam amanatnya, Abdi memaparkan tugas pokok dan fungsi DLH yang meliputi empat bidang utama serta tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT), yakni UPT TPA Tabing Rimbah, UPT Laboratorium Lingkungan, dan UPT Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Ia juga menyampaikan kabar positif terkait capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD) Kabupaten Barito Kuala. Menurutnya, pada tahun 2025 Batola berhasil melampaui target yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Target yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup adalah 66 poin, namun kita berhasil mencapai 71,44 poin yang masuk kategori sedang. Indeks ini diukur dari tiga indikator utama, yakni kualitas air, kualitas udara, dan kualitas tutupan lahan,” ujar Abdi.
Terkait fenomena ikan mati yang sempat terjadi di sejumlah perairan Barito Kuala, Abdi menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan rendahnya kadar oksigen terlarut di dalam air.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen berada di bawah 1 miligram per liter, bahkan sempat menyentuh angka 0,1 miligram per liter.
“Untuk sungai kelas dua seperti Sungai Barito, standar minimal oksigen terlarut seharusnya 4 miligram per liter. Rendahnya kadar oksigen inilah yang menyebabkan ikan-ikan mati. Namun saat ini kondisi air sudah mulai membaik,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai serta mengurangi kebiasaan penggunaan jamban di aliran sungai demi menjaga kualitas lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, Abdi juga menyoroti persoalan persampahan di wilayah Barito Kuala. Saat ini TPA Tabing Rimbah sudah tidak mampu lagi menampung volume sampah yang masuk setiap hari.
Akibatnya, sebagian pembuangan sampah terpaksa dialihkan ke TPA di Kota Banjarbaru.
“Kondisi TPA kita sudah overload. Karena itu, kami meminta masyarakat lebih disiplin membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan,” tegasnya.
Ia mengimbau agar warga membuang sampah pada sore atau malam hari sehingga bisa langsung diangkut petugas saat subuh.
“Sering kali warga membuang sampah di pagi hari ketika berangkat kerja. Akibatnya sampah menumpuk di TPS sepanjang hari dan mengganggu kenyamanan lingkungan,” tambah Abdi.
Sebagai langkah menjaga kelestarian lingkungan, DLH Barito Kuala juga terus melanjutkan program Gerakan Batola Hijau. Melalui program ini, pemerintah daerah menyediakan bibit tanaman secara gratis bagi perkantoran maupun masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penghijauan.
“Silakan masyarakat memanfaatkan fasilitas bibit gratis ini. Kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga lingkungan agar Barito Kuala tetap hijau dan nyaman,” pungkasnya.


