Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan fokus pada penelaahan dan penyusunan bank soal terstandarisasi, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Belajar Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan HST tersebut diikuti sebanyak 53 peserta. Mereka terdiri dari 51 anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia, termasuk enam orang tim penyusun soal TKA, serta dua orang tim penelaah dari unsur pengawas dan kepala sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan HST, Alamsyah Mappaompo, menyampaikan bahwa rakor ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas instrumen evaluasi yang digunakan dalam Tes Kemampuan Akademik benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan, melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin membangun kesepahaman bersama dalam proses penelaahan soal sekaligus menyusun bank soal yang terstandarisasi dan berkualitas.
Menurutnya, rakor ini juga menjadi ruang untuk saling belajar dan berbagi praktik baik di antara para guru, khususnya yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia, dalam melakukan penelaahan soal secara sistematis.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara tim penyusun soal dengan tim penelaah memiliki peran penting dalam menjamin setiap butir soal selaras dengan indikator pencapaian kompetensi yang akan diukur.
Dengan melibatkan berbagai unsur, proses peninjauan soal diharapkan dapat berjalan secara objektif, komprehensif, serta sesuai dengan kaidah penyusunan soal yang baik dan benar.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan HST juga menargetkan adanya kesepahaman antara penyusun dan penelaah soal terkait indikator kompetensi, sekaligus mengidentifikasi butir soal yang perlu diperbaiki, diganti, maupun disesuaikan tingkat kesulitannya agar lebih proporsional.
Ia menambahkan, kualitas soal menjadi faktor penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif, sehingga penyusunan soal harus dilakukan secara cermat dan terstandar.
“Kita ingin memastikan soal yang diujikan benar-benar berkualitas, memiliki tingkat kesulitan yang seimbang, dan mampu memetakan kemampuan akademik murid secara objektif,” tutupnya.


