Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) RI, Jumat (10/4/2026), guna membahas langkah strategis pembangunan pendidikan di daerah, termasuk rencana revitalisasi sekolah terdampak banjir.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati HST, Samsul Rizal, berdiskusi langsung dengan Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen, Eko Susanto. Audiensi ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar, Ketua Komisi I DPRD HST Yajid Fahmi, Kabid Sarana dan Prasarana Bayhakie Novie, serta Tenaga Ahli Bupati Muhammad Imam Satria Jati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Samsul Rizal menyampaikan bahwa audiensi membahas sejumlah agenda penting, termasuk pengajuan pembangunan Sekolah Terintegrasi dengan pola konsolidasi. Konsep tersebut menggabungkan jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA dalam satu kawasan guna meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan pendidikan.
Selain itu, Pemkab HST juga memaparkan kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak banjir pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026. Tercatat sebanyak 23 satuan pendidikan terdampak, terdiri dari 7 PAUD, 14 SD, dan 2 SMP. Sebagian di antaranya telah direvitalisasi melalui anggaran APBD tahun 2025.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemdikdasmen dalam program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Ia menyebutkan bahwa melalui dukungan tersebut serta pembiayaan APBD HST, revitalisasi telah dilaksanakan pada 66 satuan pendidikan, terdiri dari 10 PAUD, 17 SD, dan 39 SMP.
Menurutnya, program revitalisasi tersebut berdampak pada peningkatan Indeks Rapor Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dari 85,87 menjadi 88,19. Pemerintah daerah pun menargetkan capaian predikat Tuntas Utama dalam waktu dekat.
Dalam audiensi tersebut, Pemkab HST juga menanyakan kelanjutan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah tahun 2026. Berdasarkan data, Kabupaten Hulu Sungai Tengah memperoleh kuota sebanyak 119 satuan pendidikan untuk program tersebut.
Menanggapi hal itu, pihak Kemdikdasmen menyampaikan bahwa program revitalisasi akan terus berlanjut dan dilakukan verifikasi secara bertahap, dengan prioritas pada daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera dan Aceh.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap sinergi dengan pemerintah pusat dapat terus terjalin guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah, khususnya dalam pemulihan dan penguatan sarana pendidikan pascabencana.


