Kabarsiar, Papua – Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam di Papua menunjukkan progres pembangunan yang signifikan dengan sejumlah fasilitas utama telah rampung 100 persen.
Kehadiran proyek tersebut dinilai membawa harapan baru bagi masyarakat setempat, khususnya dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga di kawasan Papua.
Salah satu warga, Tarsan Balagaize, mengaku bersyukur karena pembangunan kini mulai menjangkau kampung dan dusun yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur memadai.
“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, program pembangunan dari pemerintah pusat diharapkan mampu membuka peluang kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan sejahtera di masa mendatang.
“Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat berarti kita punya kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah akan jadi lebih makmur,” katanya.
Ia juga menegaskan masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam karena dinilai membawa dampak positif terhadap perkembangan wilayah mereka.
“Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,” tambahnya.
Sementara itu, petugas proyek menjelaskan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam hampir seluruhnya telah selesai dibangun.
Fasilitas jetty multipurpose dan solar cell dilaporkan sudah mencapai progres 100 persen.
“Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,” ujar petugas proyek.
Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai progres 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen.
“Untuk HSD tank kapasitas 5.000 meter per ton kita sudah menyetok di 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88 persen, dan disusul yang pasti oleh solar cell kita sudah 100 persen,” katanya.
Pemerintah berharap kehadiran PSN Wanam dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Papua sekaligus membuka akses pembangunan yang lebih merata bagi masyarakat di wilayah terpencil.


