Kabarsiar, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan dan menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi yang dipimpin Bupati Kotabaru Muhammad Rusli bersama jajaran pemerintah daerah dengan Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Iwan Kurniawan, di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kotabaru menyampaikan minat untuk berpartisipasi dalam program Water Energy Food Security for Regional Integrated Development (WEFSRID). Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan Embung Seratak beserta jaringan irigasi teknis sebagai langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air di daerah.
Bupati Muhammad Rusli mengatakan program WEFSRID sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut juga dinilai selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Kotabaru yang berfokus pada peningkatan produktivitas sektor unggulan dan transformasi ekonomi daerah.
“Program ini sangat relevan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di daerah. Ketersediaan air merupakan faktor penting dalam mendukung pertanian dan ketahanan pangan. Karena itu, pembangunan Embung Seratak dan jaringan irigasi teknisnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan agar pembangunan embung dapat segera direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menjelaskan bahwa Kabupaten Kotabaru merupakan salah satu dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang mendapat mandat mendukung program ketahanan pangan nasional. Namun, keterbatasan sumber daya air, terutama saat musim kemarau, masih menjadi tantangan utama.
Ia menyebut Embung Seratak sebagai proyek prioritas yang memiliki kapasitas besar dan berpotensi menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air masyarakat maupun sektor pertanian di Pulau Laut.
“Setiap musim kemarau, Kotabaru mengalami kekurangan air. Embung Seratak merupakan solusi yang sangat strategis karena hasil kajian menunjukkan kapasitasnya mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pertanian,” katanya.
Syairi optimistis keberadaan embung tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. Dengan dukungan jaringan irigasi yang memadai, petani yang selama ini hanya mampu panen padi satu kali dalam setahun berpeluang meningkatkan frekuensi panen menjadi dua hingga tiga kali.
Selain mendukung sektor pertanian, Embung Seratak juga dirancang sebagai sumber pasokan air bersih yang akan terintegrasi dengan sejumlah embung yang telah ada. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi persoalan kekurangan air yang kerap dialami masyarakat saat musim kemarau.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan air yang harus dibeli dan diantar ke rumah-rumah. Ketika Embung Seratak selesai dibangun dan terintegrasi dengan sistem yang ada, kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, penguatan ketahanan air dan pangan melalui program WEFSRID juga diharapkan dapat mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat di daerah, termasuk penyediaan bahan baku bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa WEFSRID merupakan program yang berfokus pada penguatan ketahanan air, energi, dan pangan secara terintegrasi guna mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ia menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti usulan Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui diskusi lanjutan, pemenuhan persyaratan program, hingga pelaksanaan kunjungan lapangan untuk menilai kesiapan daerah.
Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kotabaru, Wakil Ketua I dan II DPRD, Kepala Dinas PUPR, Plt Kepala Bapperida, Kepala Badan Kesbangpol, Perkimtan, Bapenda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Direktur PDAM Kotabaru. Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif tersebut menjadi bukti keseriusan daerah dalam memperjuangkan program pembangunan yang terintegrasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


