Pemanfaatan Pangan Masih Rendah, Pemkab HST Perkuat Edukasi B2SA untuk Cegah Stunting

Suarameratus, Hulu Sungai Tengah – Meski berhasil masuk enam besar nasional dalam Indeks Ketahanan Pangan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masih menghadapi tantangan pada aspek pemanfaatan pangan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST memperkuat edukasi konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sebagai upaya mendukung percepatan penurunan stunting.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Konsumsi Pangan B2SA yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan HST di Gedung PKK Kabupaten, Barabai, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini diikuti 150 kader Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan se-HST.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatat skor Indeks Ketahanan Pangan sebesar 85,60 sehingga menempatkannya dalam enam besar nasional. Namun, capaian tersebut belum merata pada seluruh indikator penilaian.

Indeks ketersediaan pangan tercatat sebesar 96,8, sedangkan indeks keterjangkauan pangan mencapai 84,74. Sementara itu, indeks pemanfaatan pangan masih berada pada angka 76,17 sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan HST, Muhammad Afni Hidayat, mengatakan rendahnya indeks pemanfaatan pangan menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pangan yang cukup belum tentu diikuti dengan pola konsumsi yang sehat dan bergizi.

“Indeks pemanfaatan saat ini memiliki angka yang paling rendah dibandingkan dua pilar lainnya. Maka perlu terus dilakukan upaya peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan perubahan perilaku konsumsi pangan,” ujarnya.

Menurut Afni, masyarakat perlu mendapatkan edukasi secara berkelanjutan agar memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam dengan kandungan gizi lengkap sesuai kebutuhan tubuh. Pola makan sehat, kata dia, tidak hanya bertujuan mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan zat gizi yang mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas.

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menegaskan tubuh manusia membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi yang tidak dapat dipenuhi hanya dari satu jenis makanan. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi pangan yang beragam perlu dibangun sejak lingkungan keluarga.

Menurutnya, keberhasilan program peningkatan gizi dan percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, terutama para ibu yang berperan dalam menentukan menu makanan keluarga setiap hari.

“Sebaik apapun program yang dicanangkan pemerintah, tidak akan pernah sukses tanpa dukungan nyata dari masyarakat. Di sinilah peran penting para ibu rumah tangga,” katanya.

Ia berharap kader TP PKK yang mengikuti sosialisasi dapat menjadi agen perubahan dengan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Salah seorang peserta, Noorjanah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Ia berkomitmen membagikan informasi yang didapat kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya agar kesadaran terhadap pentingnya konsumsi pangan bergizi terus meningkat.

Melalui penguatan edukasi konsumsi B2SA, Pemkab HST berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang sehingga mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Berita Populer