Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat upaya pencegahan pernikahan usia anak melalui Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) 2026. Kegiatan yang digelar pada Selasa (7/7/2026) itu menjadi wadah untuk membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki perencanaan masa depan yang matang.
Grand final diikuti 22 finalis yang merupakan perwakilan dari 11 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Seluruh peserta telah melalui serangkaian tahapan seleksi sebelum tampil pada malam puncak untuk memperebutkan gelar Duta GenRe 2026.
Melalui ajang tersebut, para finalis dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi remaja mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat, menjauhi perilaku berisiko, serta merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga secara bertanggung jawab.
Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Syahbidin, mengatakan Program GenRe bukan hanya ajang memilih duta terbaik, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang peduli terhadap berbagai persoalan yang dihadapi remaja.
Menurutnya, para Duta GenRe diharapkan mampu menjadi motivator sekaligus penyampai informasi kepada teman sebaya mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya melanjutkan pendidikan, merencanakan karier, hingga mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang.
Syahbidin mengungkapkan, persoalan pernikahan usia anak masih menjadi tantangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berdasarkan data yang ada, setiap tahun terdapat rata-rata sekitar 50 permohonan dispensasi nikah bagi anak di bawah usia 19 tahun.
“Tujuannya agar remaja dapat merencanakan pendidikan, karier, hingga persiapan membangun keluarga dengan jelas. Kami juga menolak sebagian besar pengajuan dispensasi nikah di bawah umur 19 tahun yang rata-rata mencapai 50 kasus setiap tahunnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, edukasi sejak usia remaja menjadi langkah penting untuk menekan angka pernikahan dini sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Selain itu, Program GenRe juga diarahkan untuk membentuk karakter remaja yang sehat, cerdas, mandiri, dan mampu mengambil keputusan terbaik bagi masa depannya.
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menilai keberadaan Duta GenRe memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi muda yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah.
Ia berharap seluruh finalis tidak hanya berkompetisi meraih gelar juara, tetapi juga mampu menjadi teladan serta penggerak perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Program GenRe merupakan investasi dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas. Saya berharap para finalis dapat menjadi teladan bagi remaja lainnya, mengajak teman sebaya menjauhi pernikahan usia dini, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku berisiko yang dapat menghambat masa depan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Duta GenRe Kabupaten Hulu Sungai Tengah 2025, Akhmad Fauzi, berharap para penerusnya dapat melanjutkan peran sebagai motivator bagi kalangan remaja melalui berbagai kegiatan edukatif yang memberikan dampak positif di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Duta GenRe, serta seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap semakin banyak remaja yang memiliki kesadaran untuk merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga dengan baik, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas.


