Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyiapkan layanan inkubasi bisnis sebagai upaya memperkuat pembinaan sekitar 40 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang, meningkatkan daya saing, dan memperluas akses pasar.
Program tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas UMKM setelah pelaksanaan Pelatihan Kewirausahaan yang digelar di Aula Hotel Darul Istiqamah, Selasa (14/7/2026). Kehadiran inkubasi bisnis diharapkan mampu memberikan pendampingan berkelanjutan sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga bimbingan dalam mengembangkan usahanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rapinorrahman, mengatakan jumlah UMKM di daerah tersebut mencapai sekitar 40 ribu, dengan sebagian besar bergerak di sektor pertanian dan usaha berbasis pangan.
Menurutnya, besarnya jumlah pelaku UMKM menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan sistem pembinaan yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
“Jumlah UMKM di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencapai sekitar 40 ribu, termasuk sektor pertanian. Karena jumlahnya sangat besar, pelatihan saja tentu belum cukup menjangkau seluruh pelaku usaha,” ujarnya.
Rapinorrahman menjelaskan layanan inkubasi bisnis nantinya akan menjadi pusat pendampingan bagi pelaku UMKM untuk belajar, berkonsultasi, serta memperoleh bimbingan dalam mengembangkan usaha.
Melalui layanan tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat manajemen usaha, membangun merek, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jaringan pemasaran.
Selain menyiapkan inkubasi bisnis, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga merancang pembangunan rumah produksi bersama dan rumah kemasan sebagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan kualitas produk, nilai tambah, dan daya saing UMKM lokal.
Sementara itu, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Gusti Rosyadi Elmi, menegaskan UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak para pelaku usaha untuk terus berinovasi, mengikuti perkembangan teknologi, dan memanfaatkan pemasaran digital agar mampu bersaing di tengah dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif.
“Harapan kami, pelaku UMKM cukup datang ke pusat layanan inkubasi bisnis untuk belajar, berkonsultasi, dan mengembangkan usahanya sehingga mampu naik kelas secara berkelanjutan,” kata Rapinorrahman.
Melalui penguatan pembinaan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas pendukung tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu berkembang, memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.


