Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalokasikan anggaran sekitar Rp12 miliar untuk meningkatkan ruas jalan Birayang menuju Batu Tangga hingga Tandilang, Kecamatan Batang Alai Selatan. Proyek tersebut diharapkan memperlancar konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pekerjaan peningkatan jalan telah dimulai dan mendapat sambutan positif dari warga. Pada Rabu (15/7/2026), proses pengerjaan di lapangan terus berlangsung dengan tetap mengedepankan kelancaran arus lalu lintas selama proyek berlangsung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan diawali dengan pengerokan lapisan aspal lama menggunakan alat berat. Sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat diperkuat melalui pekerjaan beton sebagai perbaikan struktur sebelum dilakukan pengaspalan.
Tahapan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekuatan konstruksi jalan sehingga lebih tahan terhadap tingginya volume kendaraan, termasuk kendaraan angkutan hasil pertanian dan truk bertonase besar yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
Selama proses pengerjaan, arus lalu lintas tetap dibuka dengan sistem buka tutup. Petugas di lapangan mengatur kendaraan secara bergantian agar mobilitas masyarakat tetap berlangsung aman dan lancar.
Salah seorang warga Birayang, Ali Yasin, mengaku bersyukur karena perbaikan jalan yang telah lama dinantikan akhirnya direalisasikan pemerintah daerah.
“Kalau musim kemarau, debunya luar biasa ketika truk-truk lewat. Kondisi jalannya juga sudah rusak cukup parah, jadi memang sudah lama dinantikan untuk diperbaiki,” ujarnya.
Menurut Ali, ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis yang dimanfaatkan masyarakat setiap hari untuk aktivitas ekonomi, distribusi barang, maupun pengangkutan hasil pertanian. Karena itu, ia berharap kualitas pekerjaan benar-benar diperhatikan agar jalan memiliki usia layanan yang panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HST, H. Syahidin, mengatakan penanganan ruas jalan Birayang menuju Batu Tangga hingga Tandilang dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran.
Menurutnya, proyek tersebut mulai dikerjakan berdasarkan kontrak tertanggal 22 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender. Seluruh pekerjaan didanai melalui APBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan nilai sekitar Rp12 miliar.
“Secara umum penanganannya meliputi pekerjaan aspal di beberapa titik, pekerjaan rigid (beton) di beberapa titik, serta penanganan longsor jalan,” jelas H. Syahidin.
Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, proyek ini juga diharapkan memperkuat akses transportasi antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Batang Alai Selatan.
Pemkab HST menegaskan akan terus melanjutkan pemerataan pembangunan infrastruktur secara bertahap di berbagai wilayah. Melalui peningkatan kualitas jalan dan fasilitas publik, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga mampu mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


