Kabarsiar, Tanah Bumbu – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif sempat tersedu saat menyampaikan sambutan sebelum pelaksanaan salat istisqa dan doa bersama di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (24/8/2026).
Dalam suasana haru, Bupati mengajak seluruh pihak menjadikan salat istisqa sebagai ikhtiar lahir dan batin di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Kalimantan Selatan.
“Sebagai manusia, kita juga menyadari bahwa segala ikhtiar memiliki keterbatasan. Karena itu, pada hari ini kita melaksanakan salat istisqa, memohon kepada Allah SWT agar berkenan menurunkan hujan yang cukup, membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi kehidupan, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam dan masyarakat kita,” ujar Andi Rudi Latif.
Salat istisqa tersebut diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, alim ulama, tokoh agama, serta unsur terkait. Kegiatan digelar sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih, pertanian, perkebunan, hingga aktivitas masyarakat.
Andi Rudi Latif mengatakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau. Namun, menurutnya, berbagai upaya tersebut tetap perlu diiringi dengan doa dan kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan memenuhi kebutuhan dasar.
“Mari kita saling membantu dan memastikan saudara-saudara kita yang membutuhkan tetap mendapatkan akses terhadap air bersih dan kebutuhan dasar lainnya,” katanya.
Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, menjaga sumber air, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Kepada seluruh masyarakat, saya mengajak untuk menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air, tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran lahan, serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan kita,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Tanah Bumbu, tercatat 24 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang periode siaga darurat hingga pertengahan Agustus 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 74,8 hektare, dengan sekitar 38,8 hektare di antaranya telah tertangani.
Usai sambutan Bupati, pelaksanaan salat istisqa dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Tanah Bumbu, Ustaz Haeruddin.
Dalam khotbahnya, Ustaz Haeruddin mengajak seluruh jemaah untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak tobat, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal saleh.
“Kesadaran dan pengakuan inilah yang mungkin terbukanya pintu rahmat, karunia, dan belas kasih sayang-Nya yang kita mohon dan harapkan pada hari ini demi melepaskan kita dari semua penderitaan,” ujarnya.
Khotbah kemudian ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT mengampuni dosa dan kesalahan, menerima ibadah seluruh jemaah, serta menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Tanah Bumbu.


