Bantu Penanganan Karhutla, Haji Isam Sediakan Rp7,6 Miliar dan 100 Unit Pompa Air

Kabarsiar, Kalimantan Selatan – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.

Muhidin menegaskan, tim penanganan Karhutla tersebut berada di bawah koordinasi pemerintah pusat, sementara Haji Isam terlibat sebagai pihak swasta yang diminta membantu percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Banua.

“Ini Menko Pangan yang menjadi Ketua Tim,” kata Muhidin, Minggu (23/8/2026).

Menurut Muhidin, keterlibatan Haji Isam dalam penanganan Karhutla sejauh ini diwujudkan melalui dukungan sejumlah kebutuhan operasional dan peralatan di lapangan.

Haji Isam disebut memberikan bantuan berupa 100 unit pompa air serta dana operasional sebesar Rp7,6 miliar yang akan digunakan untuk mendukung penanganan Karhutla selama dua pekan ke depan.

“Ada 100 unit pompa air yang dibantu Haji Isam, dan dana operasional sebesar Rp7,6 miliar untuk dua minggu ke depan,” ujar Muhidin.

Selain bantuan pompa air dan dana operasional, Haji Isam juga disebut menawarkan dukungan alat berat serta bantuan water bombing untuk membantu percepatan penanganan titik-titik kebakaran di Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, pada Sabtu (22/8/2026), sempat beredar kabar bahwa Haji Isam diminta Presiden Prabowo Subianto menjadi Ketua Tim Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Kabar tersebut mencuat setelah Haji Isam turut mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali saat meninjau langsung kondisi di lapangan.

Namun, informasi mengenai penunjukan Haji Isam sebagai ketua tim kemudian dibantah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada penunjukan tersebut dan menyebut keterlibatan Haji Isam merupakan bentuk permintaan bantuan kepada pihak swasta untuk ikut mendukung penanganan Karhutla.

Dengan dukungan dana, peralatan, serta keterlibatan berbagai unsur, penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif, terutama dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran selama musim kemarau.

Berita Populer