Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Jumlah nasabah Bank Sampah Murakata (BSM) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencapai 1.573 orang yang tersebar di lima unit. Keberadaan layanan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat dan instansi untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3K) Dinas Lingkungan Hidup HST, Muhammad Fadillah, Jumat (25/9/2026).
Dari total 1.573 nasabah, sebanyak 604 merupakan nasabah perorangan, 189 berasal dari SKPD atau tim, sementara 780 lainnya tercatat menggunakan layanan penjemputan.
BSM 002 Matang Ginalon menjadi unit dengan jumlah nasabah terbanyak, yakni 546 nasabah. Jumlah tersebut terdiri dari 129 nasabah perorangan, 37 SKPD atau tim, serta 380 nasabah layanan penjemputan.
Selanjutnya, BSM Unit DLH memiliki 488 nasabah yang terdiri dari 355 nasabah perorangan dan 133 SKPD atau tim. Kemudian BSM 004 Mandingin tercatat memiliki 439 nasabah, terdiri dari 31 perorangan, delapan SKPD atau tim, serta 400 nasabah layanan penjemputan.
Sementara itu, BSM 003 Benawa memiliki 51 nasabah, dengan rincian 48 nasabah perorangan dan tiga SKPD atau tim. Adapun BSM 005 Pasar Keramat tercatat memiliki 49 nasabah yang terdiri dari 41 perorangan dan delapan SKPD atau tim.
Fadillah mengatakan, jumlah nasabah tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas pengelolaan sampah dari sumbernya. Menurutnya, semakin banyak masyarakat dan instansi yang terlibat, semakin besar pula peluang sampah dipilah dan dikelola sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya,” kata Fadillah.
Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat hanya mengandalkan Dinas Lingkungan Hidup. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari SKPD, kecamatan, kelurahan, desa, masyarakat hingga sektor usaha, diperlukan agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara optimal.
Dengan jumlah nasabah yang telah mencapai 1.573 orang, Bank Sampah Murakata diharapkan terus berkembang dan mampu meningkatkan jumlah sampah bernilai ekonomis yang dipisahkan dari sumbernya sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
DLH HST juga akan memperkuat monitoring dan evaluasi pengelolaan sampah, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat agar kegiatan memilah dan mengurangi sampah dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.


