Kabarsiar, Tanah Bumbu – Jhonlin Group memulai pembangunan dermaga dan pendalaman alur pelayaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan melalui upacara peletakan batu pertama di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (1/11/2026). Proyek infrastruktur maritim ini diharapkan memperkuat konektivitas kawasan industri, membuka akses kapal berukuran besar ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, serta menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Dua pekerjaan yang dimulai tersebut yakni Proyek Dermaga dan Alur Pelayaran Kawasan Industri Kimia Batu Bara di Kalimantan Timur serta Proyek Alur Pelayaran Setangga di Kalimantan Selatan. Jhonlin Group bertindak sebagai pemilik proyek, sementara pelaksanaannya dipercayakan kepada perusahaan engineering, procurement, and construction (EPC) asal Tiongkok, China Communications Construction Company (CCCC).
CEO Jhonlin Group, Feriyandi, menjelaskan proyek di bawah PT Dua Samudera Perkasa mencakup pembangunan dermaga di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, serta pendalaman alur pelayaran di tiga lokasi. Dua lokasi dikerjakan tahun ini, sedangkan satu lokasi lainnya dijadwalkan pada tahun depan.
Pendalaman alur pelayaran di Paser ditujukan untuk mendukung operasional dermaga yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Sementara itu, di kawasan Setangga, pendalaman alur dilakukan sepanjang lebih dari 34 kilometer dengan target kedalaman sekitar 15 meter.
Feriyandi mengatakan, setelah pekerjaan rampung, kapal-kapal berukuran besar diharapkan dapat melintasi alur pelayaran dan bersandar di dermaga Setangga. Infrastruktur tersebut juga diharapkan meningkatkan daya tarik KEK Setangga bagi investor, termasuk dari luar negeri.
“Secara teoritis, ketika investasi meningkat, maka belanja juga akan meningkat dan output ekonomi juga akan tinggi. Di sisi lain, lapangan kerja juga akan terbuka seluas-luasnya,” ujar Feriyandi.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung percepatan perizinan, penyediaan fasilitas fiskal dan nonfiskal, serta pembangunan infrastruktur dan konektivitas untuk menunjang pengembangan kawasan industri.
“Hilirisasi tanpa infrastruktur yang memadai tentu tidak dapat diwujudkan, karena infrastruktur adalah bagian integral dari proses hilirisasi,” katanya.
Selain proyek di Paser dan Setangga, Feriyandi menyebut Jhonlin Group berencana melanjutkan pembangunan dermaga di kawasan Sebamban. Ia juga menekankan bahwa kerja sama dengan Tiongkok tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi diharapkan turut mendorong alih teknologi dan transfer pengetahuan bagi generasi muda Indonesia.
Ia turut menyinggung peletakan batu pertama pembangunan pabrik SANY sehari sebelumnya yang menurutnya juga akan membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Perwakilan CCCC, Song Wentao, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Jhonlin Group kepada perusahaannya untuk mengerjakan tiga proyek sekaligus. Ia mengatakan seluruh proyek telah memasuki tahap pelaksanaan. Untuk dua proyek alur pelayaran, kapal pertama beserta personel juga telah berada di lokasi.
Menurut Song, keberadaan alur pelayaran yang memadai bagi kapal berukuran besar dan dermaga modern akan mendukung kelancaran pengangkutan batu bara, produk kimia, peralatan, serta berbagai material lainnya. Dengan demikian, rantai industri di kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang dan beroperasi lebih optimal.
Dalam kesempatan itu, Feriyandi juga mengingatkan kontraktor utama dan seluruh mitra kerja agar memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta menjaga kelestarian lingkungan selama pelaksanaan proyek.
Prosesi peletakan batu pertama turut dihadiri Founder Jhonlin Group H. Andi Syamsuddin Arsyad, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Direktur PT Dua Samudera Perkasa Efgar Welmar Santos, serta perwakilan CCCC Song Wentao.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pemutaran video profil proyek, dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama serta penimbunan tanah.
Dimulainya pembangunan infrastruktur maritim tersebut diharapkan dapat memperlancar arus logistik, meningkatkan konektivitas kawasan industri, mendorong investasi di KEK Setangga, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan.


