Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Perum Bulog Cabang Hulu Sungai Tengah (HST) membatasi pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maksimal dua ton per kios setiap pekan untuk mencegah penyimpangan distribusi sekaligus memastikan beras bersubsidi tersalurkan secara merata kepada masyarakat.
Kepala Perum Bulog Cabang HST, Riza Wahyudi, menjelaskan kebijakan tersebut saat ditemui di Barabai, Senin (2/11/2026). Pembatasan telah diterapkan sejak 2025 dan masih dipertahankan hingga sekarang sebagai upaya mengendalikan penyaluran beras SPHP di tingkat pengecer.
Menurut Riza, ketentuan nasional sebenarnya memberikan ruang pembelian sebanyak dua hingga empat ton dalam satu kali transaksi. Namun, Bulog HST memilih menetapkan batas maksimal dua ton per kios dalam sepekan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah penumpukan stok pada satu pengecer.
Pengawasan dilakukan guna mengantisipasi penyalahgunaan beras SPHP, seperti pengoplosan maupun penjualan kembali dengan harga yang tidak sesuai ketentuan. Pemantauan tersebut melibatkan dinas terkait dan Satgas Pangan Polri melalui jaringan kios mitra Bulog.
“Setiap kios kami batasi maksimal dua ton dalam satu minggu. Ini untuk mengantisipasi penyimpangan dan memastikan beras SPHP benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujarnya.
Terkait dugaan pengoplosan beras SPHP yang kemudian dipasarkan sebagai beras berkualitas lebih tinggi, Riza menyebut pihaknya belum menemukan praktik tersebut di wilayah kerja Bulog HST. Meski demikian, pada akhir 2025 Bulog bersama Tim Polres HST pernah menemukan kasus pemalsuan beras SPHP. Karena itu, pengawasan distribusi terus diperketat.
Selain pengendalian distribusi, Bulog juga melakukan pembaruan tampilan kemasan beras SPHP. Kemasan yang sebelumnya didominasi warna hijau-kuning kini menggunakan warna biru langit dengan merek Beras KITA Medium, singkatan dari Keluarga Indonesia sejahTerA. Meski demikian, nama program SPHP tetap digunakan dan kemasan lama masih beredar di sejumlah tempat.
Perubahan kemasan tersebut tidak mengubah tujuan program, yakni menjaga ketersediaan beras sekaligus mempertahankan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Penyaluran tetap dilakukan melalui jaringan distribusi yang telah ditetapkan dengan pengawasan terhadap kios-kios mitra.
Di sisi lain, Bulog HST juga terus menjalankan penyerapan gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan yang berlaku sejak 2025 tersebut menetapkan harga yang sama untuk berbagai kondisi gabah, baik basah maupun kering.
“Mulai 2025, semua gabah dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram, baik yang kering maupun basah. Pemeriksaan tetap dilakukan, tetapi bukan untuk menentukan harga,” jelas Riza.
Meski harga pembelian disamaratakan, Bulog tetap memeriksa kadar air, butir hampa, dan butir hijau. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui kualitas gabah sekaligus memperkirakan rendemen atau hasil beras setelah melalui proses penggilingan.
Petani yang ingin menjual gabah diminta berkoordinasi dan mendaftar terlebih dahulu kepada tim Bulog agar proses pengangkutan serta pembayaran dapat dipersiapkan. Gabah kemudian dikemas menggunakan karung yang disediakan petani dan dibawa ke titik penimbangan di depan kendaraan angkut Bulog. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai saat gabah diangkut.
Penyerapan juga terbuka bagi petani dengan hasil panen dalam jumlah kecil. Mereka tetap berpeluang menjual gabah dengan mengatur pengumpulan bersama petani lain agar proses pengangkutan lebih efisien dan tidak membebani biaya transportasi secara mandiri.
Untuk meningkatkan penyerapan pada musim panen berikutnya, Bulog HST juga membahas pola kerja sama dengan penggilingan padi, termasuk kemungkinan melibatkan koperasi unit desa. Pembahasan tersebut mencakup penentuan lokasi posko dan mekanisme penjemputan gabah dari petani.
Melalui pengawasan penyaluran beras SPHP dan optimalisasi pembelian gabah, Bulog HST berupaya menjaga stabilitas pangan dari tingkat petani hingga konsumen. Upaya ini diharapkan memberikan kepastian penyerapan hasil panen bagi petani sekaligus memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.


