Diskominfosp Tanah Bumbu Hadirkan PELITA, Pengajuan Layanan TI Kini Lebih Transparan

Kabarsiar, Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfosp) menghadirkan inovasi Portal Elektronik Layanan Informasi Teknologi Aplikasi (PELITA) untuk mempermudah pengajuan layanan teknologi informasi sekaligus mendukung optimalisasi pemerintahan digital.

Inovasi yang digagas Kepala Bidang Pengelolaan Aplikasi Informatika Diskominfosp Tanah Bumbu, Rini Wahyu Setianingsih, tersebut dirancang sebagai portal layanan teknologi informasi terpadu bagi seluruh perangkat daerah, puskesmas, dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Rini menjelaskan, sebelum PELITA diterapkan, pengajuan layanan teknologi informasi umumnya disampaikan melalui WhatsApp kepada staf atau dengan datang langsung ke kantor Diskominfosp. Pola tersebut membuat riwayat permohonan tersebar, status pengajuan sulit dipantau, dan akses layanan cenderung bergantung pada komunikasi langsung dengan petugas tertentu.

Melalui PELITA, proses pengajuan kini dipusatkan dalam satu kanal sehingga lebih tertib, transparan, dan terukur. Pengguna juga dapat memantau perkembangan permohonan secara mandiri.

Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah pengguna tidak perlu membuat akun atau melakukan login untuk mengajukan layanan. Setiap permohonan akan memperoleh kode unik dengan format PLT-YYYYMM-XXXX yang dapat digunakan untuk memantau status pengajuan.

Selain itu, sistem menyediakan notifikasi otomatis melalui WhatsApp setiap kali terjadi perubahan status permohonan. PELITA juga dilengkapi standar waktu layanan atau Service Level Agreement (SLA), survei kepuasan pengguna untuk evaluasi berkelanjutan, serta templat surat permohonan yang dapat diunduh langsung.

Kehadiran PELITA diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan teknologi informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan layanan digital dan mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih terintegrasi.

Berita Populer