Jangan Sepelekan saat Jari Tangan Kaku, Waspada Trigger Finger

JAKARTA – Trigger Finger merupakan penyakit yang masih dianggap sepele. Di Indonesia, masyarakat memang masih belum mengenal penyakit trigger finger atau trigger digit yang dalam bahasa Indonesia dinamakan ‘jari picu’.

Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Meirizal, Sp.OT (K) mengatakan, trigger finger atau jari picu adalah suatu kondisi pada jari berupa penjempitan urat atau tendon fleksor yang menyebabkan rasa sakit, kekakuan, dan sensasi mengunci ketika menekuk atau meluruskan jari.

“Tendon fleksor yang meradang atau pembungkus tendon (pulley A1) yang menebal adalah penyebab jari picu,” ujar dr. Meirzal pada Health Talk bertema ‘Mengenal Trigger Finger dan Penanganannya’ yang digelar RS Siloam Hospitals Groups.

Menurut dr. Meirizal, pada tahap yang lebih lanjut, jari picu dapat menyebabkan kekakuan, munculnya nodul atau tonjolan kecil di permukaannya bahkan beberapa kasus jari bisa terkunci dalam posisi bengkok dan memerlukan bantuan untuk meluruskan jari tersebut.

Saat menjawab peserta Health Talk tentang gejala awal jari picu, dr. Meirizal yang juga spesialis hand & micro surgery, menjelaskan, rasa sakit yang melekat di pangkal ibu jari atau jari lainnya, benjolan di sekitar jari, dan kekakuan jari, bahkan perhatikan bunyi ‘klik’ pada jari.

Dia juga memaparkan, beberapa kondisi yang memicu jari picu adalah melakukan aktivitas jari yang bertekanan kuat atau berlebihan, menggenggam objek terlalu lama, riwayat cedera pada jari, dan diabetes, asam urat juga sebagai faktor predisposisi.

“Perlu diketahui, wanita sedikit lebih berisiko terkena jari picu daripada pria yang biasanya terjadi pada umur dekade keempat,” tutur dr. Meirizal.

Bagaimana penanganan trigger finger dr Meirizal menjelaskan, tahapan penanganan salah satunya, yaitu istirahatkan aktivitas jari, kompres dingin membantu mengurangi benjolan, penggunaan hand splint, konsumsi obat nyeri dan peradangan.

“Apabila hal tersebut tidak membantu mungkin diperlukan pembedahan kecil dengan menggunakan pembiusan lokal,” kata dia.