Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Pendidikan setempat menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Peran Guru Wali dalam Membentuk Karakter Murid jenjang SMP Tahun 2026 di Aula Bapperida Lantai 2, Barabai, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Ia menyebut, rakor tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berintegritas.
Menurutnya, peran guru wali tidak sebatas mengurus administrasi kelas. Guru wali juga berfungsi sebagai pendamping, penasihat, sekaligus sosok orang tua kedua bagi siswa di lingkungan sekolah. Peran tersebut dinilai sangat penting, terutama bagi siswa SMP yang berada pada fase transisi dalam pencarian jati diri.
Pada masa tersebut, kata dia, perhatian dan pendampingan dari guru wali sangat berpengaruh dalam membentuk pola pikir, sikap, serta karakter peserta didik. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mendukung penguatan karakter di satuan pendidikan.
Ia berharap melalui rakor ini tercipta kesepahaman dan keseragaman langkah dalam memperkuat peran guru wali di seluruh SMP di wilayah HST. Ia juga menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi, misi, dan persepsi para guru wali dalam mengawal penguatan karakter murid.
Ia berharap guru wali dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan nilai-nilai luhur.
Anhar menjelaskan, jumlah peserta rakor mencapai 415 orang yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah, dan guru wali jenjang SMP se-HST. Namun, karena keterbatasan kapasitas tempat, pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi empat angkatan.
Untuk angkatan pertama, kegiatan diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari lima pengawas, delapan kepala sekolah, dan 97 guru wali. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong optimalisasi peran guru wali dalam mendampingi peserta didik, sehingga lahir generasi yang berakhlak mulia dan memiliki daya saing di masa depan.


