Kabarsiar, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru mematangkan strategi penanganan stunting melalui Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Erna Lisa Halaby ini menjadi forum penting bagi 86 pemangku kepentingan lintas sektor untuk menyepakati langkah intervensi gizi yang lebih terintegrasi. Peserta terdiri dari jajaran SKPD, camat, lurah, kepala puskesmas, hingga kader Posyandu dan Forum RT/RW.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi kronis, tetapi tantangan besar yang dapat memengaruhi masa depan daerah.
“Anak-anak yang tumbuh sehat dan optimal akan menjadi penopang kemajuan Banjarbaru di masa yang akan datang. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kerja sama ini,” ujarnya.
Meski saat ini Banjarbaru berada pada posisi kedua terendah angka stunting di Kalimantan Selatan, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah. Menurutnya, upaya penanganan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama dalam hal pemenuhan gizi keluarga, pola asuh anak, kebersihan, hingga sanitasi.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari program pemberian makanan tambahan guna mendukung perbaikan gizi masyarakat.
Melalui forum ini, Pemko Banjarbaru tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga membangun komitmen bersama dalam merancang program penanganan stunting yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Wali Kota berharap Pra Musrenbang ini menjadi ruang diskusi terbuka yang mampu menggali kondisi riil di lapangan, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar efektif.
“Saya ingin semua pihak mendiskusikan kondisi nyata di lapangan agar intervensi kita tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyaluran bantuan melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program tersebut menjadi simbol kolaborasi berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Banjarbaru optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.


