Suarameratus, Hulu Sungai Tengah – Bulog Cabang Hulu Sungai Tengah (HST) akan mengganti kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita SPHP. Meski tampil dengan kemasan baru, harga beras tersebut dipastikan tetap.
Kepala Bulog Cabang HST Riza Wahyudi mengatakan, perubahan kemasan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran tampilan agar produk lebih mudah dikenali dan menarik perhatian masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Riza saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2026) siang. Menurutnya, nama SPHP tetap dicantumkan pada kemasan baru dengan menggunakan merek Beras Kita.
Beras Kita merupakan singkatan dari Beras Keluarga Indonesia Sejahtera untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.
Perubahan paling terlihat terdapat pada desain kemasan yang kini menggunakan warna biru dengan tampilan lebih segar. Bulog berharap tampilan baru tersebut dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap beras yang menjadi bagian dari program stabilisasi pemerintah.
“Penggantian kemasan ini insyaallah tidak mengubah harga. Informasi terakhir yang kami terima, harganya tetap,” kata Riza.
Ia berharap Beras Kita SPHP tidak hanya dipandang sebagai alternatif ketika harga beras lainnya mengalami kenaikan. Produk tersebut diharapkan semakin diminati masyarakat karena memiliki peran dalam menjaga keterjangkauan pangan.
Di Kabupaten HST, Bulog memperkirakan kebutuhan konsumsi beras masyarakat mencapai sekitar 2.000 ton per bulan. Perkiraan tersebut berdasarkan jumlah penduduk sekitar 260 ribu jiwa dengan rata-rata konsumsi 7,68 kilogram per orang setiap bulan.
Untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga, Bulog HST menyiapkan penyaluran Beras Kita SPHP sekitar 100 hingga 200 ton setiap bulan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5 hingga 10 persen dari kebutuhan konsumsi beras masyarakat HST setiap bulannya.
Penyaluran tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras sekaligus membantu pemerintah mengendalikan tekanan inflasi agar tetap berada dalam rentang sasaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Dari sisi ketersediaan, stok beras Bulog HST saat ini mencapai sekitar 3.400 ton. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sekitar 3.000 ton dari hasil panen.
Dengan kondisi stok tersebut, ketahanan persediaan beras diperkirakan masih aman hingga empat bulan ke depan. Bulog HST juga dapat memperoleh tambahan pasokan dari jaringan Bulog di daerah lain apabila sewaktu-waktu terjadi kekurangan stok.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di Kabupaten HST.


