Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam IndonesiaKabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar kegiatan bertajuk “BUNGAS” atau Buka Bersama, Ngaji, dan Gerakan Amal Saleh di Balai Rakyat Barabai, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, serta ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua Panitia Pelaksana, Hinderi Yanor, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara anggota dan pengurus AGPAII HST, termasuk guru PAI yang telah purna tugas, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Ia menyebutkan, sebanyak 249 peserta yang terdiri dari guru PAI jenjang SD, SMP, hingga SMA/KLB turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sebelum acara utama dimulai, peserta juga melaksanakan khataman Al-Qur’an sebagai bagian dari gerakan religius dan amal saleh.
Sementara itu, Ketua AGPAII HST, Miseransyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian 1.200 paket takjil yang disebar di 11 titik jalur lalu lintas di wilayah HST.
Selain itu, AGPAII juga memberikan penghargaan kepada 13 guru PAI dan dua pengawas yang telah purna tugas pada periode 2024–2026. Santunan juga disalurkan kepada 35 anak di Panti Asuhan Putera Harapan Matang Ginalun sebagai bentuk kepedulian sosial.
Ia menegaskan bahwa program BUNGAS akan terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat peran sosial dan keagamaan di masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberadaan guru PAI melalui berbagai kebijakan.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini hampir seluruh guru agama di HST telah berstatus Aparatur Sipil Negara, baik sebagai PNS maupun PPPK. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja guru dalam menjalankan peran strategisnya.
Menurutnya, guru PAI memiliki peran penting sebagai pengampu Kurikulum Adab dan Sopan Santun yang diinisiasi pemerintah daerah, sehingga keberadaannya menjadi pilar utama dalam pembentukan karakter peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati juga memberikan tausiyah yang menekankan pentingnya peran guru agama dalam melanjutkan dakwah serta meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.


