Bulan Suci Ramadan Waktu Mustajab Berdoa ke Allah SWT

Ada waktu-waktu tertentu yang menjadikan doa yang dipanjatkan mustajab. Di mana berdoa pada saat itu akan lebih didengar oleh Allah.

Bagi setiap umat beragama, doa merupakan satu di antara kebiasaan yang selalu dilakukan. Umat muslim sendiri memanjatkan doa untuk menunjukkan keimanan dan kepercayaannya kepada Allah.

Dengan memanjatkan doa kepada Allah, segala permintaan manusia kelak akan dikabulkan, apalagi pada momentum bulan suci Ramadan.

Allah sangat menyukai hambanya yang banyak meminta dan memohon pertolongan.

Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Sulsel, KH. Shaifullah Rusmin mengatakan, sesungguhnya seluruh waktu di bulan Ramadan adalah waktu yang sangat mustajab untuk seseorang berdoa kepada Allah.

Ia menyebut, perintah untuk berdoa salah satunya disampaikan di dalam surah Al-Baqarah. Allah memerintahkan kita berpuasa, dam di sela-sela itu ada perintah agar hambanya berdoa.

“Secara umum seluruh Ramadan waktu mustajab. Namun secara khusus, memang ada waktu-waktu tertentu dimana doa itu mustajab,” ungkapnya, Selasa (4/4/2023).

Dijelaskan KH Shaifullah Rusmin waktu-waktu tertentu itu beberapa diantaranya adalah terksit dengan seseorang yang berpuasa. Ada hadis yang mengatakan bahwa ada tiga golongan orang yang doanya diijabah oleh Allah.

“Waktu mustajab itu saat seseorang sedang menahan diri dalam artian berpuasa. Kemudian saat seseorang berbuka, serta saat seseorang sahur,” jelasnya.

Menurut Sekertaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Makassar ini, sebenarnya ada banyak waktu lainnya yang menjadikan doa seseorang menjadi mustajab. Jika dikerjakan pada bulan Ramadan nilai agar doa tersebut diterima menjadi lebih banyak.

“Karena di ramadan lebih berkah lagi, ada rahmat yang dijanjikan Allah,” ucapnya.

Pada waktu-waktu tersebut, disebutkannya, yaitu seperti pada sepertiga terakhir waktu malam. Ada hadis mengatakan bahwa Allah setiap malam turun ke langit bumi, yang dimaksud turun itu adalah Rahmat Allah), sipapun yang berdoa waktu itu akan dikabulkan.

“Dan siapapun yang memohon ampun akan diampunkan dosa-dosanya,” kata dia menyebutkan salah satu hadis yang diriwayatkan HR Bukhari dan Muslim.

Kemudian, lanjut dia, waktu mustajab berikutnya adalah ketika hari Jumat, Rasulullah bersabda bahwa di hari itu ada waktu yang dirahasiakan mana kala orang mukmin berdoa, meminta kepada Allah sesuatu, maka Allah akan mengabulkannya.

“Tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat (Hari Jumat) lantas ia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta. Dan beliau berisyarat dengan tangannya akan sebentarnya waktu tersebut,” tuturnya.

Di sisi lain, seseorang yang ingin doanya mustajab perlu memperhatikan juga syarat-syarat apa saja yang dilakukan agar doa diijabah Allah.

KH. Shaifullah Rusmin menyampaikan, di dalam surah Al-Baqarah, dikatakan, katakanlah kepada hambaku ketika dia meminta hendaklah dia menyambut seruanku. Dalam artian, seseorang harus mengerjakan semua yang diperntahkan, menjauhi larangannya, dan beriman kepada Allah.

“Kemudian dalam sebuah hadis ditambahkan, seseorang itu di dalam dirinya harus dipenuhi hal-hal tentang kebaikan, seperti makanan yang dimakannya harus halal, minuman yang diminum juga, serta pakaian yang dipakainya,” tandasnya.

Selain itu, Wakil Rois Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Makassar ini menegaskan, seorang yang menginginkan doanya mustajab harus memperhatikan juga bagaimana caranya dalam berdoa. Dalam Al-Quran disebutkan, harus meminta dengan memelas, sangat mengharap, serta dalam keadaan khusyuk.

“Perlu ada kesungguhan dalam berdoa. Takut tidak diijabah, sangat mengharap diijabah Allah,” tukasnya.