Dari Pasar Murakata, Rezna Nazelfa Raih Juara Pertama Lomba Karya Jurnalistik HST

Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Pengamatan terhadap kondisi pedagang yang mulai sepi pembeli di Pasar Murakata Barabai mengantarkan Rezna Nazelfa, siswi SMAN 1 Barabai, meraih juara pertama Lomba Karya Jurnalistik Jenjang SMA sederajat se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Tahun 2026.

Rezna berhasil menjadi juara setelah mengangkat persoalan pedagang tradisional yang menghadapi perubahan pola belanja masyarakat. Karyanya dinilai mampu menemukan sudut pandang menarik dari persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Siswi kelas XI A2 tersebut mengaku menemukan ide tulisan setelah beberapa kali berkunjung ke Pasar Murakata Barabai. Ia melihat aktivitas perdagangan yang tetap berlangsung, namun sejumlah pedagang mulai menghadapi kondisi sepinya pembeli.

“Karena saya sendiri melihat di Pasar Murakata, saya lumayan sering ke sana. Di sana saya prihatin pedagang-pedagang jualannya mulai sepi,” ujar Rezna usai menerima hadiah lomba di Momen Kopi Barabai, Rabu (2/9/2026).

Dari pengamatan tersebut, Rezna kemudian menggali informasi lebih dalam dengan mewawancarai sejumlah narasumber. Ia juga menggunakan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten HST untuk memperkuat tulisan yang dibuatnya.

Karya tersebut diberi judul “Denyut Pasar Murakata, Menelisik Nasib Pedagang Tradisional Barabai di Tengah Gempuran Belanja Online.” Melalui tulisan itu, Rezna menggambarkan tantangan pedagang pasar tradisional di tengah semakin banyaknya pilihan masyarakat untuk berbelanja.

Menurut Rezna, proses pengumpulan bahan tulisan justru memberinya pengalaman baru. Wawancara dengan sejumlah narasumber membuatnya dapat memahami persoalan secara langsung dari masyarakat yang mengalaminya.

Prestasi tersebut juga menjadi pengalaman pertama Rezna mengikuti kompetisi jurnalistik. Meski demikian, ketertarikannya terhadap dunia kepenulisan telah tumbuh sejak awal masuk SMA. Sebelumnya, ia aktif mengikuti berbagai lomba esai dan karya tulis ilmiah.

“Memang saya dari awal masuk SMA memang rada tertarik tentang tulis-menulis. Kalau dari jurnalistik baru sekarang saya ikut lombanya,” katanya.

Ketua Pelaksana Lomba Karya Jurnalistik HST 2026, Jamaluddin, mengatakan setiap karya peserta memiliki keunggulan masing-masing. Salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pemenang adalah kemampuan peserta menemukan sudut pandang yang menarik dari persoalan yang terjadi.

“Untuk juara pertama, salah satu pertimbangannya adalah kemampuan peserta melihat angle menarik dari persoalan yang sedang terjadi,” kata Jamaluddin.

Lomba yang digelar Harian Kalsel, Kalsel Media, dan Banua News Media tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus mengembangkan kemampuan menulis. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk PT Antang Gunung Meratus.

Posisi kedua diraih Miftahul Jannah dari SMAN 1 Barabai melalui karya berjudul “Di Tengah Sepinya Pembeli, Pedagang Ikan Asin Tetap Bertahan”. Sementara juara ketiga diraih Keyra Aurelya Ardiansyah dari sekolah yang sama melalui karya “Harga Naik, Pilihan Menyempit: Potret Perjuangan Masyarakat 2026.”

Bagi Rezna, kemenangan tersebut tidak hanya menjadi penghargaan atas tulisannya, tetapi juga pengalaman dalam melihat persoalan di sekitarnya secara lebih kritis. Dari Pasar Murakata, ia belajar bahwa sebuah cerita jurnalistik dapat berawal dari pengamatan sederhana yang kemudian dilanjutkan dengan keberanian untuk mencari tahu lebih dalam.

Berita Populer