Suarameratus, Tanah Bumbu – Sebanyak 53 pemuda dari 12 kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu mengikuti Workshop Penumbuhan Minat Kewirausahaan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tanah Bumbu di Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Senin (22/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang diwakili Kepala Disbudporapar, H. Syamsuddin. Workshop digelar sebagai upaya mendorong lahirnya wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi modern.
Mewakili bupati, Syamsuddin mengatakan kegiatan ini sejalan dengan misi pembangunan daerah dalam meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, serta berlandaskan iman dan takwa.
Menurutnya, kewirausahaan menjadi salah satu sektor strategis yang perlu terus didorong agar mampu membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah.
Workshop diikuti peserta berusia 16 hingga 30 tahun yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu. Selama kegiatan, peserta dibekali berbagai materi yang bertujuan membangun mental kewirausahaan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha.
Narasumber yang dihadirkan berasal dari Yayasan Hasnur Centre dan Majelis Entrepreneur Muda Tanah Bumbu (META). Selain menerima materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif dan praktik penyusunan business plan sebagai bekal dalam merancang usaha yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap para peserta tidak hanya memiliki pemahaman mengenai dunia usaha, tetapi juga mampu menyusun perencanaan bisnis yang matang serta membangun jejaring dengan sesama wirausaha muda.
Workshop yang didanai melalui APBD Murni Kabupaten Tanah Bumbu Tahun Anggaran 2026 itu diharapkan mampu menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan generasi muda, meningkatkan keterampilan manajemen bisnis, serta melahirkan pelaku usaha baru yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


