Kabarsiar, Tanah Laut – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memperkuat komitmen meningkatkan layanan sanitasi melalui dukungan terhadap program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto saat menerima audiensi Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan Kalimantan Selatan, Denny Surya Martha, ST., M.Sc., beserta jajaran di Ruang Kerja Bupati, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan PPSP, termasuk rencana pendampingan terhadap desa yang akan menjadi lokasi percontohan pengelolaan sanitasi di Kabupaten Tanah Laut pada 2026.
Bupati Rahmat mengatakan penguatan layanan sanitasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kondisi lingkungan. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa dan masyarakat.
“Sanitasi bukan hanya persoalan pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, lingkungan, dan kualitas hidup. Karena itu, kebijakan sanitasi harus kita dukung dan dilaksanakan secara terpadu mulai dari pemerintah daerah hingga ke tingkat desa,” ujar Rahmat.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Tanah Laut bersama pihak terkait membahas enam paket kebijakan yang akan dikembangkan dalam mendukung pengelolaan sanitasi dan persampahan.
Keenam kebijakan tersebut yakni Tuntas Manuntung Pengelolaan Sanitasi Aman Lingkungan (Tuntung Pandang), Tata Kelola Ruang Kebijakan Sanitasi dan Persampahan (Tala Raja Sip), Mantap Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (Mantan Lu Aja), Makin Mandiri dalam Pengelolaan Sampah dan Pengolahan (Makan Lalapan), Kolaborasi Kegiatan Pendanaan Sanitasi (Kolak Nasi), serta Tanah Laut Masyarakat Peduli Sanitasi (Tala Madani).
Rahmat menegaskan, pembangunan sanitasi tidak dapat dilakukan hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dukungan pemerintah pusat dibutuhkan, terutama melalui program, pendampingan teknis, penguatan kebijakan, serta dukungan pembiayaan.
“Kami berharap kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat, terutama dalam bentuk dukungan program dan pendampingan. Dengan kerja sama yang baik, persoalan sanitasi di Tala dapat kita tangani secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap desa yang ditetapkan sebagai lokasi percontohan nantinya dapat menjadi model pengelolaan sanitasi yang bisa diterapkan dan dikembangkan di wilayah lainnya.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Tanah Laut memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mewujudkan layanan sanitasi yang aman, layak, sehat, dan berkelanjutan.


