Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyebut tingginya permintaan masyarakat selama perayaan Maulid Nabi menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Hal tersebut disampaikan Muhidin saat menghadiri implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Ceria 2026 di Lapangan Dwi Warna, Barabai, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas, di antaranya beras, terung, dan daging ayam. Tingginya kebutuhan masyarakat untuk mempersiapkan berbagai kegiatan Maulid membuat permintaan terhadap bahan pangan meningkat.
“Di Kota Barabai ini, seluruh masyarakatnya pada bulan Maulid itu merayakan di seluruh kabupaten. Inilah terjadinya beras itu naik, terung itu naik, daging ayam naik, karena orang ingin memperskapkan bulan Maulid ini,” ungkap Muhidin.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kabupaten HST menggelar pasar murah. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya permintaan.
Intervensi pasar tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan selama periode perayaan Maulid.
Selain membahas persoalan harga pangan, kegiatan Germas Ceria 2026 juga menjadi momentum penguatan program kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya mencegah stunting pada balita dan ibu hamil.
Muhidin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan kesehatan dan sosial. Menurutnya, layanan kesehatan, bantuan sosial, serta program pemberdayaan masyarakat perlu berjalan beriringan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan dan masalah gizi.
Bupati HST Samsul Rizal menyambut baik pelaksanaan Germas Ceria yang menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan kebijakan ekonomi, tetapi juga harus memastikan masyarakat memiliki kesehatan dan kualitas sumber daya manusia yang baik.
Ia menilai generasi muda menjadi salah satu investasi utama daerah, sehingga perlu dipersiapkan agar tumbuh sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Kalau ingin Indonesia menjadi negara yang kuat, maka generasi mudanya harus sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, dan hari ini kita sedang mempersiapkan itu,” tegas Samsul Rizal.
Upaya penanganan stunting juga membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, termasuk Dinas Kesehatan, pendidikan, pertanian, sosial, serta organisasi kemasyarakatan seperti PKK. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program peningkatan kesehatan dan gizi dapat berjalan lebih efektif hingga tingkat masyarakat.
Melalui pengendalian harga pangan dan penguatan edukasi hidup sehat, pemerintah berharap stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga sekaligus kualitas sumber daya manusia di HST semakin meningkat.


