Ikuti KPPD 2026, Bupati HST Perkuat Kapasitas Kepemimpinan untuk Percepat Pembangunan

Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam merumuskan kebijakan yang inovatif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Program penguatan kapasitas kepala daerah tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP) Singapura.

KPPD dirancang untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan para kepala daerah agar mampu merespons dinamika global, menyusun kebijakan strategis, serta mempercepat pembangunan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik.

Selama mengikuti program, peserta memperoleh materi mengenai geopolitik global, dinamika kawasan Indo-Pasifik, hingga tantangan dan peluang pembangunan daerah. Pembelajaran juga dilengkapi dengan ceramah, diskusi bersama para pakar, serta studi lapangan ke sejumlah institusi di Singapura untuk mempelajari praktik terbaik tata kelola pemerintahan.

Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan agar peserta mampu menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik daerah masing-masing sehingga hasil pembelajaran dapat diimplementasikan secara nyata.

KPPD Angkatan III Tahun 2026 diikuti sebanyak 25 kepala daerah yang terdiri atas bupati dan wali kota dari berbagai wilayah di Indonesia. Pelaksanaan program dibagi dalam tiga angkatan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Bupati HST Samsul Rizal mengatakan keikutsertaannya dalam program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Daerah tidak bisa lagi berjalan dengan cara-cara biasa. Kepala daerah harus mampu membaca perubahan, menangkap peluang, dan menghadirkan kebijakan yang inovatif serta tepat sasaran. Melalui KPPD ini, saya ingin membawa pulang pengalaman, jejaring, dan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan untuk mempercepat pembangunan di Hulu Sungai Tengah,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, pengalaman, jejaring, dan wawasan yang diperoleh selama mengikuti KPPD akan menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.

Ia menegaskan setiap pengetahuan yang diperoleh harus diwujudkan dalam kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Hasil dari kursus ini tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Itulah komitmen kami untuk terus membawa Hulu Sungai Tengah semakin maju, unggul, dan sejahtera,” pungkasnya.

Berita Populer