Ini Faktanya, Dua Orang Bayaran Denny asal Pelaihari yang Mengaku Diculik dan Dipukul Ternyata Hoax

0

BANJARMASIN – Simpatisan Denny Indrayana yang mengaku diculik dan dipukuli ternyata orang bayaran tim sukses Denny asal Pelaihari yang bertugas memasang stiker ‘Ambil Duitnya Jangan Cucuk Urangnya’. Empat orang bayaran itu mengaku dikejar target pasang ribuan stiker karena sudah terima Rp 1 juta dan uang harian Rp 125 ribu.

“Tidak ada itu pemukulan dan penculikan. Mereka justru saya kasih makan, rokok dan pulangnya saya beri uang masing-masing Rp 100 ribu,” kata Haji Zaenal A Husni (61), tokoh warga Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Selasa (25/5/2021).

Menurut Haji Zaenal, dirinya sedih karena beredar luas di medsos yang memelintir pengakuan para pelaku bayaran asal Pelaihari tersebut, seolah mereka sedang mensosialisasikan gerakan politik uang tapi kemudian diculik dan dipukuli preman.

“Pertama yang masyarakat harus ketahui, dua dari empat orang yang saya ajak ke rumah adalah orang asal Pelaihari dan suruhan Haji Agus Kukang yang juga orang Pelaihari. Saya tanya siapa Haji Agus? Mereka jawab Tim Suksesnya Denny. Mereka mengaku nekad memasang stiker demi kejar target karena sudah terlanjur dibayar Rp 1 juta dan uang makan harian Rp 125 ribu,” kata Haji Zaenal.

Hal kedua yang harus diketahui, menurut Haji Zaenal, empat orang bayaran Tim Sukses Denny itu datang ke wilayahnya bertujuan menempel stiker ‘Ambil Uangnya Jangan Cucuk Orangnya’ tanpa seizin RT atau kepala lingkungan.

“Jadi harap dimaklumi kalau ada warga kami yang marah karena mereka orang luar sembarangan tempal-tempel stiker di rumah warga. Jadi tolong jangan sebut warga kami preman. Apalagi bunyi stiker yang mereka tempel menyuruh warga ambil uang. Maaf warga kami antusias mencoblos bukan karena uang seperti tudingan Denny,” tegasnya.

Saat terjadi keributan dan warga menginterogasi empat orang bayaran Denny, Haji Zaenal mendinginkan suasana dan mengajak mereka ke rumahnya. Sayangnya hanya dua yang ikut, sementara dua lainnya kabur.

Menurut Haji Zaenal, salah satu pelaku terpaksa menerima order dari Tim Sukses Denny karena menganggur. “Maafkan ulun pak haji. Ulun bebaya tamatan SMP dan kadada begawi,” kata Haji Zaenal mengutip orang bayaran.

Pada akhirnya Haji Zaenal mengaku bingung mengetahui empat orang itu ternyata dibayar Tim Denny Indrayana.

“Denny tuding masyarakat Banjarmasin memilih karena uang atau politik uang. Lha sekarang ternyata Denny justru bayar orang untuk menempel stiker demi kepentingan politiknya. Itu termasuk politik uang atau bukan?” tanyanya.(*)