Jelang Akreditasi, 15 SMP di HST Ikuti Pendampingan Teknis

Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah melaksanakan pendampingan persiapan akreditasi bagi 15 Sekolah Menengah Pertama yang masa berlaku sertifikat akreditasinya berakhir pada 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Belajar Guru dan Tenaga Kependidikan, Senin, 23 Februari 2026.

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, melalui Kepala Bidang Bina SMP, Alamsyah Mappaompo, menjelaskan pendampingan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan kesiapan satuan pendidikan menghadapi mekanisme akreditasi terbaru.

Menurutnya, terdapat 15 SMP di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang masa berlaku sertifikat akreditasinya berakhir pada 2026. Karena itu, sekolah perlu mempersiapkan diri sejak dini agar dapat menyesuaikan dengan regulasi terbaru.

Alamsyah menyebut mekanisme akreditasi saat ini mengacu pada Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023 yang lebih menekankan kualitas layanan dibandingkan kelengkapan administrasi semata. Jika sebelumnya aspek sarana dan prasarana lebih dominan, kini penilaian berfokus pada empat poin utama, yakni mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, serta manajemen sekolah.

Ia menambahkan, pendampingan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai kebijakan akreditasi BAN-PDM tahun 2025/2026, melakukan pendampingan teknis pengisian instrumen pada aplikasi Sispena, serta memastikan seluruh SMP sasaran mampu menyiapkan dokumentasi wajib secara valid dan berkualitas.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 15 SMP, masing-masing terdiri atas satu kepala sekolah dan dua guru pendamping. Lima orang pengawas jenjang SMP turut mendampingi jalannya kegiatan. Narasumber berasal dari internal Dinas Pendidikan, yakni Pengawas Satuan Pendidikan SMP Anton Nortasiah Rahmi yang berpengalaman dalam visitasi BAN-PDM.

Melalui pendampingan ini, Dinas Pendidikan HST berharap seluruh SMP dapat mempersiapkan diri secara optimal, tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dalam peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Berita Populer