Kunjungi Kairo, Menag Tinjau Program ASFA Foundation di Al-Azhar

Kabarsiar, Kairo – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA melakukan kunjungan kerja ke Kairo, Mesir, sekaligus meninjau langsung pelaksanaan program pendidikan intensif atau short course bagi pimpinan dan kader pondok pesantren Indonesia di Lembaga Riset Keislaman Al-Azhar, Selasa (20/1/2026).

Program pendidikan tersebut merupakan hasil kerja sama antara ASFA Foundation dan Al-Azhar Mesir. Sebanyak 45 peserta terpilih dari berbagai pesantren di Indonesia mengikuti pembelajaran intensif yang mencakup kajian tafsir, hadis, fikih kontemporer, fatwa, serta penguatan kemampuan bahasa Arab sebagai bekal pengembangan keilmuan dan kepemimpinan ke depan.

Dalam kunjungan tersebut, Menag Nasaruddin Umar didampingi ulama senior Al-Azhar Prof. Dr. Hasan As-Soghir. Menag menyampaikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan program yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pesantren.

Menurut Nasaruddin Umar, pengiriman kader pesantren untuk menimba ilmu di institusi pendidikan Islam bertaraf internasional seperti Al-Azhar merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan umat Islam di Indonesia. Ia menilai program tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun fondasi keagamaan yang moderat, inklusif, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama ASFA Foundation melalui Lazis ASFA. Upaya ini merupakan perwujudan dari visi para pendirinya, yakni Haji Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, H. Timothy Safitry, serta almarhum Komjen Pol Dr. Syafruddin Kambo, yang menempatkan pendidikan sebagai pilar penting pembangunan bangsa.

ASFA Foundation secara konsisten mendorong percepatan lahirnya sumber daya manusia unggul sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Program short course di Kairo menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi lintas negara dalam mencetak pemimpin masa depan yang memiliki wawasan global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai pesantren.

Kunjungan kerja Menag ke Mesir juga membawa misi diplomasi keagamaan di tingkat global. Nasaruddin Umar dijadwalkan menghadiri Konferensi Internasional Lembaga Tinggi Keislaman ke-36 yang mempertemukan para menteri agama, mufti, dan ulama dari berbagai negara.

Konferensi tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan ekoteologi hingga upaya menciptakan perdamaian global. Para delegasi juga direncanakan bertemu dengan Presiden Mesir Abdul Fattah Asisi serta Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad At-Thoyyib untuk memperkuat kerja sama antarnegara Islam dalam berbagai bidang kehidupan.

Berita Populer