Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, secara resmi membuka Lomba Bagarakan Sahur 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten HST di Taman Dwi Warna Barabai, Rabu (11/3/2026) malam.
Kegiatan yang dilaksanakan usai Salat Tarawih tersebut berlangsung meriah dan diikuti berbagai kelompok masyarakat serta pemuda dari berbagai wilayah di HST. Suasana penuh semangat terlihat dari antusiasme peserta yang menampilkan beragam kreasi seni tradisional khas daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta seluruh panitia dan pihak terkait atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa bagarakan sahur bukan sekadar tradisi membangunkan warga untuk makan sahur, tetapi juga merupakan bagian dari seni budaya Islami yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam lomba tersebut, yang dinilai mencerminkan kuatnya semangat menjaga tradisi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Bupati berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas melalui seni dan budaya yang positif, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi dari perlombaan bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan semangat kebersamaan serta upaya bersama dalam melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif HST, Muhammad Ramadlan, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menghidupkan kawasan Taman Dwi Warna sekaligus mendukung aktivitas pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Penilaian lomba dilakukan oleh tiga dewan juri dari kalangan akademisi dan budayawan, yakni Novyandi Saputra, Mukhlis Maman, dan Muhammad Rossi.
Adapun peserta yang ambil bagian dalam lomba ini berasal dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat, di antaranya TP PKK HST, RESTA (Remaja Sungai Tabuk), MR Project, Pemuda Pencari Berkah, Bescem Karamat, Komplek Guntur Permai, Papadaan Banua, hingga berbagai kelompok pemuda lainnya.
Sepanjang kegiatan, para peserta menampilkan pertunjukan bagarakan sahur dengan memadukan alat musik tradisional dan irama khas daerah. Tradisi ini hingga kini masih terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Hulu Sungai Tengah.


