Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – PAI Fair Tingkat Kecamatan Pandawan Tahun 2026 menjadi wadah pembinaan generasi Qurani yang berprestasi, percaya diri, dan berkarakter Islami sejak usia sekolah dasar.
Sebanyak 88 peserta dari 30 sekolah dasar mengikuti PAI Fair yang dipusatkan di SMAN 8 Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut mempertandingkan lima cabang lomba sebagai sarana pembinaan bakat, peningkatan kompetensi, sekaligus penguatan karakter peserta didik.
Lima cabang yang diperlombakan meliputi Olimpiade Pendidikan Agama Islam (23 peserta), Tilawah Al-Qur’an (6 peserta), Pidato Islami (18 peserta), Adzan (24 peserta), dan Tahfiz Al-Qur’an (17 peserta). Seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik yang telah melalui proses pembinaan di sekolah masing-masing.
Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Gusti Rosyadi Elmi, mengatakan PAI Fair bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, melatih mental, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak dini.
“Anak-anak harus dibiasakan berani tampil. Mental itu terbentuk dari latihan dan pengalaman, bukan datang dengan sendirinya,” ujarnya.
Menurutnya, setiap proses persiapan menuju perlombaan mengajarkan peserta tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Ia juga menegaskan bahwa setiap usaha harus diiringi dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT agar anak-anak tidak hanya mengandalkan kemampuan diri, tetapi juga memiliki keyakinan spiritual yang kuat.
“Ajarkan anak-anak agar tidak hanya bergantung pada kemampuan sendiri atau guru. Setelah berusaha, mintalah pertolongan kepada Allah dan serahkan hasilnya kepada-Nya,” katanya.
Ketua Pelaksana, Arif Rahman Hakim, menjelaskan penyelenggaraan PAI Fair bertepatan dengan bulan Muharram sebagai momentum menanamkan semangat hijrah melalui kegiatan yang positif, edukatif, dan bernilai keislaman bagi generasi muda.
Menurutnya, setiap cabang lomba memiliki tujuan pembinaan yang saling melengkapi. Olimpiade PAI mengasah wawasan keagamaan, pidato meningkatkan kemampuan komunikasi, tilawah memperindah bacaan Al-Qur’an, tahfiz memperkuat hafalan, sedangkan adzan membiasakan anak mencintai masjid dan syiar Islam.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi peserta untuk terus belajar, berprestasi, serta berani berkompetisi secara sehat. Selain meningkatkan kualitas akademik, PAI Fair juga menjadi ruang memperkuat akhlak dan karakter Islami peserta didik.
Melalui PAI Fair Tingkat Kecamatan Pandawan 2026, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap dapat terus melahirkan generasi Qurani yang unggul dalam ilmu pengetahuan agama, berakhlak mulia, memiliki mental tangguh, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa mendatang.


