Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggelar kegiatan bertajuk “Trash to Cash: Pilah Sampah Jadi Rupiah” pada 2–3 Juni 2026 di Gedung PKK Kabupaten HST. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari DLH HST, Ketua TP PKK HST, Ketua Pokja 1 TP PKK HST, serta Bank Sampah Sekumpul. Ratusan peserta dari berbagai unsur turut mengikuti kegiatan, mulai dari aparatur pemerintah daerah, camat, kader PKK, hingga perwakilan kelurahan.
Kepala DLH HST, H. Mursyidi, menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang membutuhkan langkah konkret dari seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar adalah pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Melalui konsep “Trash to Cash”, DLH HST mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar tidak lagi memandang sampah sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.
Mursyidi menjelaskan, pendekatan ini diharapkan mampu mengubah budaya masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi kebiasaan memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah secara lebih bijak sejak dari sumbernya.
“Dengan memilah sampah dari sumbernya, masyarakat secara langsung telah berkontribusi dalam mendukung pengurangan timbulan sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” ujarnya.
Ia menambahkan, pengurangan sampah ke TPA juga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, mengingat pengelolaan sampah yang tidak optimal dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada lingkungan.
Selain aspek lingkungan, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah bernilai jual, terutama melalui penguatan peran bank sampah sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi.
DLH HST juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, sekolah, kantor, hingga tempat usaha, agar budaya memilah sampah dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya memilah sampah di rumah tangga, sekolah, kantor, hingga tempat usaha,” kata Mursyidi.
Ia menegaskan komitmen DLH HST untuk terus mendukung pengelolaan sampah daerah guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.


