Kabarsiar, Karawang – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendedikasikan Anugerah Bintang Jasa Utama yang diterimanya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada seluruh petani Indonesia. Penghargaan tersebut disebut sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas kerja keras petani dan penyuluh dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya beras.
Hal itu disampaikan Andi Amran saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dipimpin langsung Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 petani dan penyuluh secara luring serta lebih dari dua juta petani secara daring.
“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” kata Amran.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia yang terus menjaga produktivitas, ketersediaan pangan, dan keberlanjutan sektor pertanian.
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Andi Amran Sulaiman atas dedikasi, kepemimpinan, serta kontribusi nyata dalam mengawal kebijakan swasembada pangan nasional. Penghargaan itu menjadi simbol pengakuan negara terhadap peran strategis sektor pertanian dalam menjawab tantangan krisis pangan global dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Di bawah kepemimpinan Amran, sektor pertanian dinilai menunjukkan kinerja yang konsisten, mulai dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, hingga perbaikan kesejahteraan petani. Capaian tersebut menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan pemerintah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, serta konsistensi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Ia menilai Kementerian Pertanian memiliki peran penting sebagai operator kebijakan yang langsung bersentuhan dengan petani dan realitas pertanian nasional.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani,” ujar Presiden.
Presiden juga memberikan apresiasi khusus terhadap dedikasi Andi Amran yang dinilainya bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat. Ia menyebut Amran sebagai sosok menteri yang memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan tugas negara.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, serta keberanian membela kelompok yang lemah dan miskin. Menurutnya, swasembada pangan memiliki makna strategis bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama sebagai pelajaran dari krisis global yang pernah terjadi.
“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Pandemi COVID-19 menjadi peringatan agar bangsa ini tidak bergantung kepada bangsa lain, terutama untuk urusan pangan,” kata Presiden.
Ia juga menegaskan bahwa potensi sumber daya alam Indonesia harus dikelola secara optimal melalui sektor pertanian agar bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya dalam pemenuhan pangan, tetapi juga energi. Presiden turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Penganugerahan Bintang Jasa Utama ini menegaskan kehadiran negara dalam mengapresiasi kerja nyata sektor pertanian, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan Indonesia secara berkelanjutan.


