Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Inovasi layanan jemput bola yang dijalankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berhasil mendorong realisasi investasi pada Semester I Tahun 2026 hingga melampaui Rp60 miliar. Capaian tersebut didukung oleh meningkatnya pendampingan kepada pelaku usaha dalam penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Kepala DPMPTSP Kabupaten HST, Edina Fitriana Rahman, di Barabai, Rabu (22/7/2026), mengatakan sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi masih menjadi penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah hingga pertengahan tahun.
Menurutnya, peningkatan realisasi investasi tidak terlepas dari berbagai inovasi pelayanan yang dilakukan pemerintah daerah, salah satunya melalui program jemput bola yang secara aktif mendatangi pelaku usaha.
“Kami melakukan layanan jemput bola untuk mendampingi pelaku usaha dalam penyampaian LKPM agar realisasi investasi dapat tercatat secara optimal,” ujarnya.
Melalui program tersebut, petugas DPMPTSP memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku usaha dalam proses pengisian dan penyampaian LKPM. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dapat diselesaikan di lapangan tanpa harus menunggu mereka datang ke kantor.
Edina menjelaskan, pelaporan LKPM memiliki peran penting sebagai dasar pencatatan realisasi investasi daerah. Semakin lengkap laporan yang disampaikan pelaku usaha, semakin akurat pula data investasi yang digunakan pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan iklim investasi.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan program tersebut. Salah satunya adalah masih rendahnya kesadaran sebagian pelaku usaha untuk menyampaikan LKPM secara berkala sehingga sejumlah investasi yang telah terealisasi belum seluruhnya tercatat dalam sistem.
“Masih ada pelaku usaha yang belum menyampaikan LKPM secara berkala, sehingga sebagian investasi yang sudah terealisasi belum seluruhnya tercatat,” katanya.
Selain meningkatkan kepatuhan pelaporan, DPMPTSP Kabupaten HST juga terus mendorong diversifikasi investasi agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak bergantung pada satu sektor usaha saja. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur perekonomian sekaligus membuka peluang investasi baru di berbagai bidang.
Saat ini, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi masih menjadi sektor yang paling diminati investor. Sementara itu, sektor perdagangan serta reparasi kendaraan juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan investasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Edina menambahkan, tingginya minat investor tidak terlepas dari posisi strategis Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagai jalur penghubung kawasan Banua Enam yang mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pelaku usaha untuk mengembangkan investasinya di daerah.
Ke depan, DPMPTSP Kabupaten HST akan terus mengoptimalkan layanan jemput bola serta memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pelaporan LKPM, menghasilkan data investasi yang lebih akurat, menarik lebih banyak investor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.


