Ribut sampai Dorong-dorongan dengan Vinales, Begini Penjelasan Bagnaia

Francesco Bagnaia ribut dengan Maverick Vinales usai keduanya terjatuh ke gravel pada lap 5. Bagnaia menjelaskan soal keributan tersebut, apa katanya?

Francesco Bagnaia tak berhasil menyentuh garis finis pada balapan MotoGP Prancis. Pebalap Ducati Lenovo itu terlibat insiden dengan Vinales yang membuatnya tersungkur di gravel. Saat kejadian, Vinales tengah berusaha menyalip Bagnaia di depannya.

Sayang, Vinales terlalu lebar dan jaraknya cukup dekat dengan Bagnaia. Hingga akhirnya keduanya bersenggolan dan jatuh di gravel. Setelah terjatuh, terlihat Vinales menyambangi Bagnaia sembari mengeplak kepalanya. Bagnaia merespon itu dengan mendorong Vinales dan keduanya terlihat adu mulut.

Terkait insiden itu, Bagnaia mengatakan itu murni kecelakaan dalam balapan. Terlebih tensi sedang panas, sehingga keributan pun tak dapat dihindarkan.

“Buat saya saat adrenalin sedang tinggi, apa pun bisa terjadi. Ketika Anda terjatuh dan ditabrak rider lain atau ketika kamu terjatuh dan menabrak pebalap lain, pasti akan marah. Mungkin kamu akan merasa mereka menghancurkan balapan atau kita menghancurkan balapan merekan,” kata Bagnaia dikutip The Race.

“Jadi saya tidak marah dengan dia (Vinales). Saya menyadari ini hanya kejadian yang tidak menguntungkan, insiden balapan,” ungkapnya lagi.

Vinales pun tak menampik soal hal itu. Menurutnya, saat balapan tensi sedang tinggi-tingginya dan tiba-tiba harus terjatuh. Kekesalan Vinales adalah dia tidak bisa menyentuh garis finis padahal menurutnya motor tengah dalam kondisi bagus.

“Saya sangat marah karena saya punya potensi di balapan itu. Jadi saya sangat kecewa dan marah kepadanya. Tapi setelah itu, kami berusaha melupakan, bersalaman. Kami tahu ini balapan dan kami harus saling menghormati antar rider,” tambahnya.

Setelah kejadian, Bagnaia dan Vinales kompak menyambangi panel FIM Steward untuk menjelaskan insiden tersebut. Menurut Bagnaia penting bagi FIM Steward mendengarkan dari dua sisi terkait terjadinya insiden.

“Saya mengajak Maverick karena saya pikir kami harus memperbaiki itu. Kami harus berbicara dan membagikan cerita dari dua sisi. Awalnya, kami memiliki pandangan berbeda. Tapi usai pertemuan, kami sepakat insiden seperti ini akan selalu terjadi,” pungkas Bagnaia.