Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Balakar 654 Murakata kembali menegaskan bahwa solidaritas menjadi fondasi utama organisasi melalui tahlilan, doa bersama, dan penyerahan santunan bagi keluarga anggota yang meninggal dunia.
Kegiatan berlangsung di Posko BPK Taruna Jaya, Desa Andang, Kecamatan Haruyan, sebagai penghormatan kepada salah satu anggota BPK Taruna Jaya yang wafat sekaligus mempererat silaturahmi antarsesama relawan, Jumat (31/7/2026) malam.
Suasana khidmat menyelimuti kegiatan yang diikuti ratusan relawan dari berbagai unit BPK. Doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus memberikan penguatan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sekretaris Balakar 654 Murakata, H. Hernadi, mengatakan tradisi tahlilan telah menjadi bagian dari budaya organisasi. Setiap anggota yang berpulang akan dilepas dengan doa bersama serta dukungan nyata kepada keluarga melalui dana duka hasil swadaya seluruh unit BPK.
“Setiap ada anggota yang meninggal dunia, kami bersama seluruh anggota melaksanakan yasinan, tahlilan, dan doa bersama. Selain itu, kami juga menyerahkan uang duka hasil swadaya seluruh unit BPK kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Menurut Hernadi, Balakar 654 Murakata saat ini menaungi sekitar 70 unit Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dengan jumlah anggota mencapai 1.950 orang yang tersebar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya kekuatan relawan yang selama ini menjadi garda terdepan membantu masyarakat saat terjadi keadaan darurat.
Selain menangani kebakaran, para relawan juga aktif dalam pencarian korban tenggelam maupun orang hilang, membantu penanganan banjir, serta terlibat dalam berbagai operasi kemanusiaan saat bencana terjadi. Peran tersebut membuat keberadaan relawan BPK menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana di daerah.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kematian secara simbolis dari BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah anggota Balakar 654 Murakata. Perlindungan tersebut menjadi bentuk kepastian jaminan sosial bagi relawan yang setiap hari menjalankan tugas dengan risiko tinggi.
“Hubungan kami bukan hanya sebatas rekan saat bertugas. Kami sudah seperti keluarga besar. Karena itu, ketika ada anggota yang tertimpa musibah, seluruh relawan hadir memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Hernadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang terus memberikan perhatian kepada Balakar Murakata melalui dukungan operasional dan berbagai program peningkatan kesejahteraan anggota, termasuk perlindungan jaminan sosial.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh anggota unit BPK yang tergabung dalam Balakar 654 Murakata, jajaran BPJS Ketenagakerjaan wilayah Barabai, Kandangan, dan Rantau, KH Supian Suri, Guru H. Muhyar, Guru Masrani, tokoh masyarakat, Pembakal Desa Andang, serta perwakilan BPBD dan Damkar Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Melalui kegiatan itu, Balakar 654 Murakata menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian tidak hanya diwujudkan saat bertugas melayani masyarakat, tetapi juga ketika salah satu anggota berpulang. Solidaritas yang terus terpelihara diharapkan menjadi kekuatan organisasi dalam menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.


