Kabarsiar, Kotabaru – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kotabaru memberikan edukasi pencegahan dan penanganan kebakaran kepada siswa TK Annisa di kawasan Siring Laut, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin bidang pencegahan yang menyasar anak usia dini guna menanamkan pemahaman dasar tentang bahaya kebakaran sekaligus mengenalkan peran pemadam kebakaran kepada masyarakat sejak dini.
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Kotabaru, Gusti Rahmiati, menjelaskan bahwa edukasi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengenalkan langsung armada dan peralatan yang digunakan petugas di lapangan.
“Selain edukasi, kami juga mengenalkan armada yang kami miliki. Harapannya kegiatan ini bisa menumbuhkan minat anak-anak, bahkan ke depan ada yang termotivasi menjadi pemadam kebakaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga dilaksanakan atas permintaan pihak sekolah dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Damkar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran. Sepanjang tahun 2026, program serupa telah dilakukan di enam sekolah berbeda.
Dalam pelaksanaannya, edukasi tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua yang turut mendampingi. Mereka dibekali pemahaman dasar terkait penanganan kebakaran di lingkungan rumah tangga, termasuk langkah awal yang harus dilakukan agar api tidak cepat membesar.
“Kami ingin masyarakat, khususnya orang tua, tidak panik saat terjadi kebakaran. Setidaknya mereka tahu langkah awal yang bisa dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, Guru TK Annisa, Adel, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi anak-anak.
“Anak-anak jadi tahu langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran, seperti menghubungi pemadam atau meminta bantuan,” ungkapnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, kesadaran anak-anak terhadap bahaya api semakin meningkat dan mereka lebih berhati-hati dalam beraktivitas sehari-hari.
Dengan edukasi sejak dini ini, Damkar Kotabaru berharap dapat membangun budaya siaga kebakaran di tengah masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah.


