Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui berbagai program peningkatan kompetensi guru.
Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Gemini Academy Tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Darul Istiqamah, Barabai, Selasa (3/2/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten HST, Muhammad Yani, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tenaga pendidik agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
Sasaran kegiatan mencakup guru SD, SMP, hingga SMA dan SMK, termasuk satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Menurut Yani, Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini berada di posisi kedua se-Kalimantan dalam hal pengembangan kapasitas guru, setelah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Meski memiliki keterbatasan sumber daya, semangat peningkatan mutu pendidikan di daerah ini dinilai sangat tinggi.
“Pelatihan ini bersertifikasi internasional dari Google for Education sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi. Pemkab HST siap mencetak sebanyak mungkin guru bersertifikat,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten HST menargetkan tingkat kelulusan peserta pelatihan mencapai 75 hingga 80 persen. Bagi peserta yang belum lulus, akan dilakukan pendampingan lanjutan agar mampu memenuhi standar sertifikasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Muhammad Anhar, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pelatihan Gemini Academy merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pelatihan Gemini Academy ini merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya dalam mendukung pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Dinas Pendidikan HST dengan REFO, Websis for Edu, serta Google for Education.
Menurut Anhar, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman, di mana pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan kini menjadi kebutuhan penting dalam proses belajar mengajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para pendidik agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan kreativitas dan produktivitas dalam pembelajaran,” ungkapnya.
Dari total 405 pendaftar, sebanyak 207 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk mengikuti pelatihan. Peserta berasal dari jajaran Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, serta guru PAUD, PKBM, SD, SMP, hingga SMA.
Program ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga kualitas pembelajaran di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dapat semakin meningkat.


