Totalitas Haji Isam Bangun Ketahanan Pangan dari Lahan Rawa

Kabarsiar, Nasional – Tekad Presiden Prabowo Subianto mewujudkan kemandirian pangan nasional mulai menunjukkan hasil nyata. Program lumbung pangan atau food estate yang dikembangkan di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kini mulai membuahkan panen perdana.

Proyek strategis nasional tersebut dikerjakan melalui sinergi pemerintah dengan pihak swasta, salah satunya melibatkan Jhonlin Group yang dipimpin Andi Syamsuddin Arsyad atau dikenal sebagai Haji Isam.

Sejak awal menjabat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan prioritas utama pemerintah. Dalam pidato pertamanya sebagai Presiden pada Oktober 2024, ia menekankan pentingnya swasembada pangan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Kita tidak boleh bergantung pada sumber makanan dari luar. Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Prabowo saat itu.

Sebagai langkah konkret, pemerintah menetapkan Wanam sebagai salah satu kawasan pengembangan lumbung pangan nasional. Wilayah yang sebelumnya berupa hamparan rawa ini diproyeksikan menjadi sentra produksi padi baru bagi Indonesia.

Tantangan di lapangan tidaklah mudah. Kondisi lahan rawa dengan tingkat keasaman tinggi, minimnya infrastruktur, serta jarak yang terpencil menjadi hambatan utama. Namun pembangunan tetap berjalan secara bertahap, mulai dari pembukaan lahan, pembangunan irigasi, hingga penyediaan akses jalan dan pelabuhan.

Haji Isam, yang dipercaya menggarap proyek tersebut, menegaskan bahwa keterlibatannya semata-mata didasari semangat nasionalisme.

“Dalam benak saya hanya terlintas bagaimana gagasan Presiden Prabowo bisa tercapai. Bagaimanapun caranya agar satu juta hektare bisa terealisasi,” ujarnya pada Agustus 2024 lalu.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada 16 Mei 2025, panen padi perdana berhasil dilakukan di lahan Wanam dengan hasil rata-rata 2,8 ton per hektare. Meski belum setara dengan produktivitas sawah di Pulau Jawa, capaian ini dinilai sebagai langkah awal yang sangat penting.

Keberhasilan panen perdana itu disambut antusias masyarakat setempat. Kepala Kampung Wanam, Petrus Kahol, mengaku terharu melihat untuk pertama kalinya padi dapat tumbuh subur di wilayahnya.

“Ini bukti bahwa Wanam cocok untuk pertanian, terutama padi. Kami semakin yakin ada masa depan ekonomi yang lebih baik di sini,” katanya.

Komandan Satuan Tugas Bawah Kendali Operasi Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei, tanah dan air di Wanam memang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif.

Menurutnya, keberhasilan tersebut dicapai meski penanaman dilakukan tanpa pupuk kimia maupun teknologi berat. Ke depan, produktivitas lahan diyakini akan terus meningkat melalui penerapan teknologi pertanian modern dan sistem irigasi yang lebih baik.

Selain pembukaan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung juga terus dikebut. Salah satunya adalah pembangunan Dermaga Jetty Multipurpose di Kampung Wanam yang ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2026.

Dermaga ini akan menjadi pintu masuk utama bagi logistik alat berat dan sarana produksi pertanian guna mendukung program cetak sawah dalam skala luas.

Pemerintah menegaskan bahwa proyek lumbung pangan Wanam merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2025 serta Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan.

Ahmad Rizal menegaskan bahwa Jhonlin Group ditunjuk karena dinilai memiliki pengalaman, kapabilitas, serta sumber daya yang memadai untuk mengerjakan proyek berskala besar tersebut.

“Kegiatan ini adalah PSN. Negara menunjuk Jhonlin Group untuk mengerjakannya karena memiliki track record dan kemampuan yang terbukti,” ujarnya.

Selain berdampak pada sektor pangan, proyek ini juga mulai membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Banyak operator alat berat dan pekerja lapangan yang berasal dari putra-putri asli Papua.

Dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai, program lumbung pangan di Wanam diharapkan mampu menjadi fondasi baru ketahanan pangan Indonesia, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat Papua Selatan.

Upaya menjadikan Wanam sebagai sentra pangan nasional perlahan mulai terwujud. Dari hamparan rawa yang sunyi, kini tumbuh harapan besar bagi masa depan kemandirian pangan Indonesia.

Berita Populer