Tujuh Hari Digelar, Festival Pemuda Menyala HST Libatkan 53 UMKM dan 16 Organisasi

Kabarsiar, Hulu Sungai Tengah – Festival Pemuda Menyala 2026 di Lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), resmi ditutup pada Rabu (4/11/2026) malam. Selama tujuh hari pelaksanaan, festival tersebut menarik sekitar 2.500 hingga 3.500 pengunjung setiap hari dan melibatkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta organisasi kepemudaan.

Penutupan kegiatan yang berlangsung sejak 29 Oktober 2026 itu dihadiri Sekretaris Daerah HST Muhammad Pajaruddin yang mewakili Bupati Samsul Rizal, Ketua DPD KNPI HST Nadea Rizky Ananda, serta sejumlah undangan dan masyarakat.

Dalam laporannya, Nadea Rizky Ananda menyampaikan bahwa Festival Pemuda Menyala 2026 berjalan lancar selama tujuh hari. Kegiatan tersebut melibatkan 69 tenda, terdiri atas 53 tenda UMKM dan 16 tenda untuk organisasi kepemudaan, sekolah, serta dinas terkait.

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu capaian penyelenggaraan festival tahun ini. Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.500 orang setiap hari. Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.

Nadea berharap festival tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi dan pemberdayaan generasi muda.

“Kami berharap Festival Pemuda Menyala bukan sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi menjadi ruang kolaborasi, kreativitas, pemberdayaan UMKM, serta penguatan peran pemuda dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten HST atas dukungan terhadap penyelenggaraan festival yang untuk pertama kalinya digelar pada 2026. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi bagi daerah.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati HST Samsul Rizal yang dibacakan Sekda Muhammad Pajaruddin, pemerintah daerah mengapresiasi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif bersama DPD KNPI HST serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Pajaruddin, festival memberikan ruang bagi pemuda untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan potensi, memperluas pergaulan, serta memperkuat kebersamaan antarorganisasi kepemudaan. Berbagai kegiatan yang digelar juga menjadi sarana mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.

Rangkaian Festival Pemuda Menyala 2026 diisi dengan bazar UMKM, dialog pemuda, silaturahmi organisasi kepemudaan, serta kegiatan seni dan kreativitas. Festival ini juga mengangkat kepedulian terhadap lingkungan melalui pengumpulan donasi untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di HST.

Pajaruddin berharap semangat yang terbangun selama festival dapat terus berlanjut setelah kegiatan berakhir.

“Saya berharap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan ini tidak hanya menjadi euforia sesaat, tetapi juga dapat memberikan semangat baru bagi pemuda Hulu Sungai Tengah untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ungkapnya.

Pada malam penutupan, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang stan terbaik serta bantuan kepada relawan pemadaman karhutla di HST. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta festival dan kepedulian relawan dalam membantu penanganan kebakaran.

Selain mendorong aktivitas ekonomi melalui bazar UMKM, festival ini juga menjadi ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam aksi sosial dan lingkungan. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan gagasan serta gerakan berkelanjutan, termasuk rencana gotong royong membersihkan sungai di sekitar Kota Barabai.

Berakhirnya Festival Pemuda Menyala 2026 diharapkan tidak menghentikan semangat kolaborasi, kepedulian sosial, dan kreativitas generasi muda. Pemerintah daerah bersama KNPI HST berharap kegiatan ini dapat terus berkembang sebagai wadah pemuda untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Berita Populer