Kelebihan dan Kekurangan iPhone 12 di Mata Para Pengulas Gadget

0

JAKARTA – iPhone 12 yang diumumkan Apple beberapa pekan lalu masih menyisakan euforia di kalangan pencinta gadget. Beberapa di antara mereka mendapat kesempatan menjajal jajaran iPhone 12 lebih awal.

Salah satunya adalah YouTuber gadget kenamaan, Marques Brownlee, yang berkesempatan mengulik iPhone 12.

“iPhone 12 terlihat dan terasa bagus buat saya, sangat solid, sedikit berat sebenarnya,” begitu kesan pertama Marques yang diungkapnya dalam video berjudul “iPhone 12 Unboxing Experience+MagSafe Demo” yang tayang di kanal YouTube-nya.

Marques mengaku sangat tertarik dengan desain baru yang diusung Apple. Ia menyebu iPhone 12 ini mirip iPad Pro atau iPhone 4 atau iPhone 5.

Bodi iPhone 12 yang square shape (kotak) bukan rounded (melengkung) disebut Marques lebih nyaman digenggam. Namun, ia menyayangkan Apple yang masih menggunakan port lightning alih-alih USB-C.

“Sepertinya mereka akan lebih baik jika menggunakan USB-C, tapi seperti yang Anda tahu, sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi,” katanya.

Selain iPhone 12, Marques juga turut mengulas unit iPhone 12 Pro. Dari segi bodi, salah satu perbedaannya ada di sisi frame atau bingkai casing. iPhone 12 Pro memiliki frame yang terbuat dari stainless steel, sementara iPhone 12 bingkainya terbuat dari matte alumunium.

“Namun saya lebih suka alumunium,” kata Marques.

Menurutnya, panel pemindai sidik jari yang digunakan pada material stainless tidak terlalu sedap dipandang. Untuk diketahui, panel pemindai sidik jari iPhone 12 terletak di bagian samping.

Dalam video yang diunggah, Marques juga mencoba MagSafe, pengisi daya nirkabel baru buatan Apple yang memiliki daya 15 watt.

Seperti diberitakan sebelumnya, Apple tidak menyertakan charger di dalam kotak pembelian iPhone 12 dengan alasan agar lebih “ramah lingkungan”.

Pengguna dipersilakan menggunakan charger iPhone yang sudah dimiliki sebelumnya atau membeli charger USB secara terpisah.

Bisa juga membeli MagSafe seharga 39 dollar AS (sekitar Rp 570.000) atau bundling dengan Leather Wallet with MagSafe seharga 59 dollar AS (sekitar Rp 870.000). Itu pun jika memiliki budget lebih.

Salah satu yang menjadi kritik Marques adalah Apple hanya menyertakan unit ponsel, buku-buku panduan, stiker Apple, dan konverter kabel USB C ke lightning.

Sedangkan selama ini, Apple menyertakan kepala charger dengan port USB A. “Jadi kemungkinan besar pembeli iPhone 12 hanya memiliki kepala charger USB A dan harus membeli kepala charger USB C yang dijual Apple,” kata Marques.

Soal MagSafe, Marques sendiri merasa kurang puas. Sebab, saat dicoba, magnetnya tidak terlalu kuat sehingga panel MagSafe sering lepas dari punggung iPhone 12. Selain itu, Marques juga menyinggung soal posisi antena 5G di perangkat ini.

“Banyak yang bertanya-tanya potongan apa yang ada di sebelah kanan, di bawah tombol daya karena semua tombol fisik terletak di sisi kiri? Potongan itu sebenarnya adalah antena 5G,” kata Marques.

Seperti diketahui, semua lini iPhone 12, untuk pertama kalinya, mendukung konektivitas 5G.

Posisi antena 5G ini ternyata dirasa mengganjal oleh Dieter Bohn, pengulas gadget dari The Verge. Menurutnya, posisi antena 5G itu tidak simetris.

Bohn juga mengkritik Apple yang mempertahankan notch atau bilah panjang di atas layar. Bohn mungkin akan kecewa lebih lama jika rumor yang berkembang baru-baru ini ternyata benar adanya.

Sebuah paten mengindikasikan bahwa notch bongsor di iPhone tidak akan hilang hingga iPhone 14 atau sekitar dua tahun lagi.

“Tapi tidak satu pun dari dua hal itu jadi masalah besar buat saya,” katanya, dalam video “iPhone 12: New Standard” yang tayang di kanal The Verge.

Dia masih memuji kinerja Face ID yang mumpuni, bahkan bisa memindai wajah yang mengenakan masker. Seperti Marques, Bohn juga mengapresiasi desain iPhone 12 yang disebutnya “modern throwback”.

Hanya yang dia sayangkan adalah absennya refesh rate 120 Hz. Layar iPhone 12 memiliki refresh rate 60 Hz saja.

“Menggulir layar akan lebih baik pada refresh rate tinggi. iPhone 12 bisa mendapatkannya tanpa harus memiilkinya (refresh rate 120 Hz) karena untuk menekan harga dan iOS sendiri telah memiliki animasi yang mulus dan respons layar yang baik, tapi agak aneh jika tidak ada fitur tersebut (refresh rate 120Hz),” ungkap Bohn.

Selain mereka berdua, Chris Velazco, editor senior Engadget juga mengulas iPhone 12 Pro. Salah satu poin yang mendapat nilai baik dari Velazco adalah performa chip Bionic A14 yang ditanamkan ke lini iPhone 12.

“Sulit menemukan ponsel yang sekuat ini”, begitu kata Velazco dalam video “iPhone 12 Pro: Enter 5G Era” yang tayang di kanal Engadget. Salah satu keunggulan iPhone 12 Pro adalah kapasitas RAM 6GB, lebih besar dari iPhone 12 biasa yang berkapasitas 4GB.

“Tapi apakan Anda akan mendapatkan benefit dari ekstra 2 GB? Saya tidak yakin,” ungkap Chris. Dia menjelaskan bahwa ada rumor yang beredar sebelumnya menyebut RAM 2 GB di iPhone 12 Pro hanya akan bisa digunakan untuk penyimpanan kamera saja.

Namun, menurut Chris, sisa RAM 2 GB bisa digunakan untuk semua aplikasi yang diunduh di iPhone 12 Pro dan untuk menunjang performa iOS.

Sektor kamera juga mendapat penilaian positif. Dari percobaannya, hasil gambar memiliki warna dan detail lebih kaya. Namun, Chris mengaku masih lebih suka hasil jepretan iPhone 11 Pro.

Perbedaan yang mencolok ada pada pengambilan gambar siang hari. Kamera iPhone 12 Pro menghasilkan gambar yang lebih warm dibanding iPhone 11 Pro.